Share

Tulang Astronot Bisa Hancur saat Tinggal di Luar Angkasa

Christabel Reviana Kusuma Putri, Jurnalis · Senin 04 Juli 2022 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 56 2623266 tulang-astronot-bisa-hancur-saat-tinggal-di-luar-angkasa-BkoGqiw1NY.JPG Tulang astronot bisa hancur saat tinggal di luar angkasa (Foto: NASA)

JAKARTA - Studi baru menunjukkan bahwa tulang astronot bisa saja hancur jika tinggal telalu lama di luar angkasa, penyebabnya adalah gravitasi.

Diolah dari ScienceAlert, Senin (4/7/2022), ternyata para astronot akan mengalami kehilangan massa (kepadatan) tulang saat tinggal beberapa dekade di luar angkasa.

Studi ini menegaskan, banyak di antaranya tidak bisa pulih kembali bahkan setelah satu tahun kembali ke Bumi. Para peneliti pun menekankan fakta ini harus menjadi perhatia besar untuk misi masa depan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, kepadatan tulang astronot berkurang 1 hingga 2 persen setiap bulannya apabila tinggal di luar angkasa. Hal ini, terjadi akibat kurangnya gravitasi yang dapat menghilangkan tekanan kaki mereka ketika harus berdiri maupun berjalan.

Guna mengetahui bagaimana astronot bisa pulih setelah kaki mereka kembali ke tanah, studi baru ini memindai pergelanagan tangan dan pergelangan kaki 17 astronot, sebelum, selama, dan setelah tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Salah satu penulis studi, Steven Boyd dari Universitas Calgary, Kanada, sekaligus direktur Institut McCaig untuk Kesehatan Tulang dan Sendi, mengatakan bahwa kepadatan tulang yang berkurang setara dengan tingkat kekeroposan dalam beberapa dekade jika astronot kembali ke Bumi.

Para peneliti menemukan, kepadatan tulang kering dari sembilan astronot belum sepenuhnya pulih setelah satu tahun di Bumi, dan masih kurang sekitar satu dekade massa tulang.

Dilaporkan, para astronot yang melakukan misi terlama, berkisar antara empat hingga tujuh bulan di ISS, adalah ayang paling lama pulih.

"Semakin lama Anda berada di luar angkasa, semakin bnayk tulang yang hancur," tandas Boyd.

Sebuah studi pemodelan tahun 2020 memperkirakan, selama tiga tahun penerbangan luar angkasa ke Mars, 33 persen astronot akan berisiko terkena osteoporosis.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

Guillemette Gauquelin-Koch, kepala penelitian kedokteran di badan antariksa CNES Prancis menyampaikan, keadaan tanpa bobot yang dialami di luar angkasa adalah bentuk dari tidak aktifnya fisik paling drastis yang pernah ada.

โ€œBahkan dengan olahraga dua jam sehari (di luar angkasa), Anda seperti terbaring di tempat tidur selama 22 jam (di Bumi),โ€ ungkap dokter yang bukan bagian dari penelitian tersebut.

"Tidak akan mudah bagi kru untuk menginjakkan kaki di tanah Mars ketika mereka tiba, itu sangat melumpuhkan," tambahnya.

Semetara itu, studi baru yang diterbitkan dalam Scientific Reports ini juga menunjukkan bagaimana penerbangan luar angkasa mengubah struktur tulang itu sendiri.

Boyd menerangkan, jika Anda memikirkan tulang-tulang tubuh seperti Menara Eiffel, seolah-olah beberapa batang logam penghubung yang menahan struktur itu hilang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini