Share

Hacker Jual Data 1 Miliar Warga China, Kasus Peretasan Terburuk Sepanjang Sejarah

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 54 2624746 hacker-jual-data-1-miliar-warga-china-kasus-peretasan-terburuk-sepanjang-sejarah-vP4xKhS4eS.JPG Hacker jual 1 miliar data warga china, kasus peretasan terburuk sepanjang sejarah (Foto: iStock)

JAKARTA - Seorang hacker berhasil mencuri data 1 miliar data pribadi warga China. Ini mencakup nama, alamat, tempat lahir, nomor ID nasional, nomor ponsel, hingga detail catatan kriminal.

Sayangnya, belum diketahui siapa pelaku pencurain data-data tersebut. Tetapi, dicurigai ini dilakukan oleh seorang pengguna internet anonim dengan nama 'ChinaDan'.

Ia diduga kuat menjadi aktor pencurian data karena baru-baru ini dirinya memposting lebih dari 23TB data di forum peretas Breach Forum, seperti dilansir dari Metro, Rabu (6/7/2022).

Data-data tersebut, dijual oleh ChinaDan dengan harga 10 Bitcoin atau setara Rp3 miliar. Sialnya, data telah diverifikasi oleh wartawan dari Wall Street Journal dan dikatakan bahwa data itu adalah asli.

Verifikasi dilakukan dengan cara menelepon lusinan orang yang datanya beredar. Dan ditemukan bahwa sembilan dari sepuluh data yang dijual tersebut di antaranya adalah data pribadi yang benar-benar asli.

Para pakar melihat data 1 miliar warga China ini bisa bocor karena adanya bug dalam sistem data pemerintah China. Mereka juga menilai peretasan ini merupakan yang terbesar dan terburuk sepanjang sejarah.

Untuk diketahui, pencurian data skala besar ini terjadi tidak lama setelah China mengesahkan undang-undang baru yang mengatur bagaimana informasi dan data pribadi ditangani.

Undang-undang Perlindungan Informasi Pribadi China mewajibkan badan pemerintah untuk melindungi informasi warga negara namun sayang negara telah gagal melakukannya. Ini merupakan pukulan telak bagi pemerintah China.

Baca Juga: Pelaku Illegal Fishing Asal India Meninggal Karena Sakit, KKP Berikan Penanganan Terbaik

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini