Share

Fenomena Longsoran Gletser Pegunungan Alpen, Ahli Sebut Peristiwa Ini Bakal Sering Terjadi

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 56 2625326 fenomena-longsoran-gletser-pegunungan-alpen-ahli-sebut-peristiwa-ini-bakal-sering-terjadi-n4OQlhtjg9.jpeg Fenomena longsoran glester pegunungan Alpen, ahli sebut peristiwa ini bakal sering terjadi (Foto: AP/Luca Bruno)

JAKARTA - Fenomena longsoran glester pegunungan Alpen terjadi pada Minggu (3/7/2022), bongkahan es menggelinding menuruni lereng gunung, sejumlah pendaki pun tewas.

Dikutip dari AFP, Kamis (7/7/2022), Presiden Provinsi Otonomi Utara Trentino, Maurizio Fugatti, mengatakan jika jumlah orang yang tewas sementara menjadi sembilan orang.

Fugatti lewat unggahan akun Twitternya menyampaikan, ada tiga pendaki lainnya yang masih hilang, dan proses pencarian tetap beralngsung dengan menggunakan drone.

Diketahui, Italia sedang berada di tengah gelombang panas, ditambah dengan kekeringan terburuk di Italia utara dalam 70 tahun terakhir dan yang mendorong pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat di lima wilayah utara.

Para ahli mengatakan bahwa hanya ada sedikit salju yang turun selama musim dingin, membuat gletser di Pegunungan Alpen Italia lebih banyak terkena panas dan mencair.

โ€œDengan demikian, kami berada dalam kondisi terburuk untuk detasemen semacam ini,โ€ kata Renato Colucci dari Institut Ilmu Kutub dari Dewan Riset Nasional yang dikelola negara, atau CNR.

CNR memperkirakan bahwa gletser Marmolada dapat hilang seluruhnya dalam 25-30 tahun ke depan jika krisis iklim saat ini berlanjut, mengingat gletser tersebut kehilangan 30% volumenya dan 22% luasnya dari 2004-2015.

Sementara itu, Nicola Casagli, ahli geologi dan ahli longsoran salju di Universitas Florence, berpendapat bahwa apa yang terjadi di Marmolada tidak biasa, tetapi mengatakan longsoran yang merusak seperti itu akan menjadi lebih sering karena suhu global terus meningkat.

"Fakta bahwa itu terjadi di musim panas yang terik dengan suhu abnormal harus menjadi peringatan untuk memahami bahwa fenomena ini, meski jarang, mungkin terjadi. Jika kita tidak mengambil tindakan tegas untuk melawan efek perubahan iklim, itu akan menjadi semakin sering,โ€ tegas Casagli.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini