Share

Mengenal Pulau Socotra yang Tersembunyi dan Penuh Misteri

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 56 2625425 mengenal-pulau-socotra-yang-tersembunyi-dan-penuh-misteri-NeN5w3lguX.jpeg Mengenal pulau Socotra yang tersembunyi dan penuh misteri (Foto: Discovery/John M Lund)

JAKARTA - Pulau Socotra di Yaman menyimpan banyak misteri. Orang-orang bahkan menyebutnya sebagai tempat Dajjal bersembunyi.

Disadur News.com.au, Kamis (7/7/2022), ada juga yang menyebutnya sebagai pulau alien. Tetapi, yang tidak bisa dipungkiri adalah keindahannya.

Dengan hanya segelintir turis dalam setahun, Socotra dianggap sebagai surga wisata yang tidak tersentuh. Tidak mudah untuk sampai ke pulau indah itu, namun seorang petualang dan agen real estate Doug Driscoll berhasil melakukannya.

Dijuluki "Galapagos of Arabia", Socotra menawarkan turis pengalaman dunia lain, dengan banyak hewan dan tumbuhan endemik di pulau itu.

Pulau ini juga dipenuhi dengan sejumlah ngarai yang menakjubkan. Sungai mengalir dengan jernih, pantai pasir putih membentang luas, dan desa tradisional yang menawan menambah daya tarik pulau ini.

Pulau ini diawasi oleh personel militer yang kuat. Mereka ada di sana karena konflik yang sedang berlangsung di Yaman dan Somalia, yang keduanya terjadi hanya beberapa ratus kilometer dari Socotra.

Doug mengunjungi Socotra awal tahun ini. Dia merupakan satu dari tiga turis di pulau itu pada minggu dia pergi. “Itu epik. Ini sangat unik, sangat sedikit tempat yang tersisa di planet ini yang belum tersentuh dan murni,” katanya.

“Lima atau 10 menit dalam perjalanan, Anda dapat melihat betapa terputusnya hubungan itu dari seluruh dunia. Itu benar-benar sesuai dengan judulnya, pulau Socotra yang hilang,” katanya.

Satu-satunya cara untuk mengakses pulau itu adalah dengan pesawat kemanusiaan dari Abu Dhabi di Uni Emirat Arab. Pesawat ini memiliki sejumlah kursi yang dapat dialokasikan untuk turis.

Perjalanan ke pulau ini hanya berlangsung selama seminggu. Driscoll melakukan tur dengan menyewa jasa Crooked Compass, agen perjalanan yang memiliki spesialisasi tur menantang.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

Perjalanan selama seminggu di Socotra membutuhkan banyak uang. Wisatawan yang ingin melihat pemandangan harus membayar sopir dan pemandu wisata.

Secara keseluruhan, perjalanan selama seminggu menghabiskan biaya sekitar $12.000, tidak termasuk penerbangannya dari Sydney ke Abu Dhabi. “Mendapatkan visa untuk Yaman adalah mimpi buruk,” kata Driscoll.

“Ini benar-benar sulit dan merupakan salah satu tempat paling sulit untuk mendapatkan visa. Ini juga tentu bukan tanpa risiko ... dalam Indeks Perdamaian Global, Yaman masuk sebagai negara paling berbahaya kedua, kedua setelah Afghanistan.”

Meski begitu, Driscoll menyatakan bahwa ini adalah salah satu liburan terbaik dalam hidupnya. Dia juga mendesak orang-orang untuk pergi liburan ke sana.

“Socotra dan daratan Yaman adalah dua tempat yang sangat berbeda dan meskipun ada kehadiran militer yang sangat jelas dan nyata, yang bisa sangat membingungkan, tidak seperti di Yaman,” katanya.

“Anda melihat tank dan orang-orang bersenjata di mana-mana. Tetapi mereka sebenarnya menambahkan rasa aman, bukan ancaman menurut saya, karena mereka ada di sana dalam kapasitas penjaga perdamaian.”

Keindahan yang Unik dan Berbeda

Jauh dari kota, pemandangan di Socotra nampak lebih baik daripada beberapa tujuan wisata paling mewah di dunia, kata Driscoll.

“Alamnya, saya gambarkan sebagai mega nature. Itu pada skala lain dan benar-benar murni,” katanya.

“Terdapat sepertiga dari spesies tumbuhan dan 90 persen reptilspesies endemik di pulau itu. Mereka tidak ada di tempat lain di dunia. Jadi ketika Anda melihat ini, itu benar-benar asing bagi Anda.”

Driscoll menggambarkan pulau itu sebagai sesuatu yang keluar dari Jurassic Park. “Ini seperti dunia asing,” katanya.

“Maksudku, ini benar-benar seperti Jurassic Park di kehidupan nyata.”

Sebagai gambaran, kata Driscoll, keindahan pantai di sana sebanding dengan Whitsundays, latar belakang pegunungan yang mungkin sebanding dengan Pegunungan Alpen.

“Gunung pasir di sana benar-benar gila dan mereka akan menyaingi bagian ujung selatan Afrika seperti Namibia. Gua-gua itu sama mengesankannya dengan Yucatan di Meksiko.”

Satu fakta lain yang mengangetkan Driscoll adalah tidak adanya Covid di sana.

“Covid tidak ada di sana. Itu saja, seminggu tanpa Covid. Tidak ada yang memakai masker, tidak ada yang membicarakannya,” candanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini