Share

Sejumlah Media Sosial Hapus Video Penembakan Shinzo Abe yang Tersebar

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 57 2627301 sejumlah-media-sosial-hapus-video-penembakan-shinzo-abe-yang-tersebar-172UO2Srxj.JPG Sejumlah media sosial hapus video penembakan Shinzo Abe yang tersebar (Foto: Digital Phablet)

JAKARTA - Sejumlah perusahaan media sosial menghapus video-video di platform mereka tentang penembakan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Dikutip dari Antara, Senin (11/7/2022), penghapusan tersebut menyusul pelanggaran aturan tentang konten berbahaya di platform-platform media sosial.

Beberapa video serangan oleh seorang pria bersenjata yang menembakkan senjata laras ganda buatannya kepada Abe beredar di media sosial pada Jumat (8/7).

Adapun video yang menunjukkan momen sebelum dan sesudah serangan, sementara yang lain memperlihatkan kedua tembakan.

Abe, yang mengundurkan diri pada tahun 2020, ditembak saat berpidato. Ia kemudian segera dibawa ke rumah sakit, dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal. Polisi menangkap tersangka pria bersenjata di tempat kejadian.

Twitter mengatakan tim penegaknya sedang bekerja untuk "mengatasi konten berbahaya" yang berkaitan dengan serangan itu dengan "secara proaktif menghapus materi yang melanggar aturan platform", yang mencakup pembatasan pada media sensitif termasuk kekerasan grafis.

Mereka mendesak pengguna untuk menandai materi yang berpotensi sensitif dari serangan itu sehingga dapat mengambil tindakan. Video penyerangan masih dapat ditemukan dengan mudah di Twitter beberapa jam setelah penyerangan.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

Selanjutnya, Meta mengatakan telah menghapus video yang menggambarkan momen penyerangan dan telah menonaktifkan akun Facebook dan Instagram tersangka.

"Kami sangat berduka dan terkejut atas meninggalnya mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Kami tidak dan tidak akan mentolerir perilaku kekerasan apa pun di platform kami. Untuk menjaga platform kami tetap aman untuk terhubung, kami bekerja untuk menghapus konten yang melanggar terkait dengan insiden tersebut," kata Meta dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, YouTube mengatakan sistemnya menonjolkan video yang terkait dengan serangan dari "sumber otoritatif" seperti organisasi berita.

YouTube menambahkan, mereka akan menghapus konten apa pun yang melanggar aturannya, termasuk larangan konten kekerasan atau grafis.

Di sisi lain, TikTok mengatakan sedang bekerja untuk dengan cepat "mengidentifikasi konten, akun, dan tagar yang terkait dengan insiden tragis ini" dan menghapus konten dan akun apa pun yang melanggar aturannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini