Share

Vishing Patut Diwaspadai, Bukan Sekadar Lelucon di Medsos

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 54 2628188 vishing-patut-diwaspadai-bukan-sekadar-lelucon-di-medsos-s0qMzUay7H.JPG Vishing patut diwaspadai, bukan sekadar lelucon di medsos (Foto: NordVPN)

JAKARTA - Perusahaan keamanan siber Kaspersky meminta warganet waspada terhadap vishing, penipuan yang kini sedang dijadikan lelucon di media sosial (medsos).

Dikutip dari Antara, Selasa (12/7/2022), Kaspersky menemukan vishing, atau voice phishing, sedang dijadikan bahan candaan di platform TikTok.

Dalam beberapa konten, ditemukan pengguna memakai mesin penjawab untuk meniru petugas layanan pelanggan (customer service).

Dalam video di medsos, pengguna memakai suara dari robot penerjemah untuk mengerjai teman mereka. Mereka tidak ingin mencuri apa pun dari teman mereka, hanya lelucon (prank).

Namun, praktik seperti ini sebenarnya berasal dari vishing, penipu menggunakan mesin penjawab otomatis supaya terkesan korban sedang berbicara dengan petugas layanan konsumen sungguhan.

Skema vishing biasanya berawal dari email, korban dikirimi surat elektronik bahwa ada penarikan sejumlah uang dari akun mereka.

Jika pada phishing korban diminta mengklik tautan, pada vishing, korban diminta segera menelepon nomor layanan pelanggan yang tertera.

Kaspersky menilai dengan vishing, korban bisa saja terperdaya karena penipu berupaya membuat situasi ini sangat mendesak.

Baca Juga: Pelaku Illegal Fishing Asal India Meninggal Karena Sakit, KKP Berikan Penanganan Terbaik

Saat mereka kehilangan fokus karena situasi mendesak, penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti nomor kartu kredit supaya transaksi tersebut batal.

Firma tersebut menemukan sekitar 350.000 email vishing dari Maret sampai Juni 2022 secara global.

Supaya tidak terjebak vishing, teliti alamat email pengirim ketika mendapatkan pemberitahuan yang mendesak atau mencurigakan.

Biasanya penipu memberikan kata-kata "urgen" atau "perlu segera ditangani" pada judul email. Salah satu cara mengenali penipuan adalah dengan memperhatikan ejaan.

Seringkali email penipuan ditulis dengan tata bahasa yang sembarangan atau kalimatnya terasa janggal, seperti menggunakan mesin penerjemahan.

Jika telanjur menelepon, ingat bahwa perusahaan resmi tidak akan pernah meminta data pribadi seperti nomor PIN atau rincian kartu kredit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini