Share

Mengenal Fenomena Super Thunder Moon yang Berlangsung 14 Juli 2022

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 56 2628165 mengenal-fenomena-super-thunder-moon-yang-berlangsung-14-juli-2022-i0MJzlVjTr.jpg Mengenal fenomena Super Thunder Moon yang berlangsung 14 Juli 2022 (Foto: Wikimedia Commons/Jakub Halun)

JAKARTA - Fenomena Super Thunder Moon atau Bulan Purnama Guntur Super diketahui bakal terjadi dua hari lagi, tepatnya Kamis (14/7/2022).

Diolah dari laman EDUSAINSA BRIN (LAPAN), Selasa (12/7/2022), Bulan Purnama Guntur ini bukan berarti satelit Bumi akan seperti guntur yang bergemuruh, tetapi penamaannya berdasarkan The Farmer's Almanac.

Peneliti di Pusat Sains dan Atariksa BRIN (LAPAN), Andi Pangeran, menjelaskan bahwa Super Thunder Moon atau Bulan Purnama Guntur ini merupakan nama lain dari Full Buck Supermoon atau Bulan Purnama Rusa.

Super Thunder Moon sendiri, menandakan badai petir bakal sering bergemuruh di Amerika Utara pada bulan Juli, jadi terkadang Bulan Purnama disebut sebagai Thunder Moon atau Bulan Guntur.

Adapun nama lainnya yang kerap digunakan, antara lain Bulan Jerami (Hay Moon, Bulan Wort (Wort Moon), Bulan Frambos (Raspberry Moon).

Andi menjelaskan, fenomena Super Thunder Moon akan berlangsung pada Kamis (14/7/2022), pukul 01.57 WIB, 02.57 WITA, 03.57 WIT (pada jarak 357.418 km).

Fenomena ini, bisa disaksikan secara langsung tanpa bantuan alat optik apapun, asalkan cuaca cerah, tidak mendung, Super Thunder Moon dapat dilihat dengan mata telanjang.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

"Untuk menyaksikan fenomena ini, masyarakat cukup arahkan pandangan sesuai arah terbit hingga terbenamnya Bulan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya," ujar Andi.

Sementara itu, dia mengingatkan, Bulan Purnama Guntur ini sama seperti fase Bulan baru pada umumnya, di mana dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari baisanya.

“Adanya konfigurasi Matahari-Bumi-Bulan atau bisa juga Matahari-Bulan-Bumi yang berada di posisi segaris membuat timbulnya pasang yang lebih besar. Apalagi konfigurasi ini juga diperkuat dengan Bulan yang berada di titik terdekatnya dengan Bumi,” terangnya.

Menurut dia, pasang laut tertinggi akan terjadi pada 14 Juli, sehingga disarankan bagi nelayan untuk tidak melaut di dua hari sebelum dan dua hari sesudah puncak fenomena ini, yakni antara 12 hingga 16 Juli 2022.

“Perhitungan ini hanya mempertimbangkan faktor astronomis saja tanpa melihat gelombang laut akibat badai angin,” lanjut Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini