Share

Elon Musk Tak Gentar Dituntut, Malah Ledek Twitter dengan Meme

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 57 2628017 elon-musk-tak-gentar-dituntut-malah-ledek-twitter-dengan-meme-li7YvQJrzp.JPG Elon Musk tak gentar dituntut, malah ledek Twitter dengan meme (Foto: Twitter/@elonmusk)

JAKARTA - Sosok Elon Musk sepertinya tidak gentar menghadapi ancaman tuntutan hukum dari Twitter karena tidak jadi membelinya, bahkan malah meledek perusahaan dengan meme di platform tersebut.

Pantauan Okezone, meme ledekan untuk Twitter yang diunggah Musk pada Senin (11/7/2022), dan mendapatkan banyak respons dari warganet.

Meme tersebut, sejauh ini telah disukai (like) oleh 1 juta warganet, memeroleh 121 ribu retweet, dan 15,5 tweet kutipan. Ada kemungkinan bakal terus berambah.

Menariknya, bos Tesla dan SpaceX ini meledek Twitter dengan meme yang menyematkan wajahnya sendiri. Di samping itu, tertulis kata-kata di dalamnya.

"Mereka (Twitter) sebut saya tidak dapat membeli Twitter. Lalu mereka tidak mau membuka informasi akun bot. Sekarang mereka mau paksa saya beli Twitter lewat pengadilan. Kini mereka harus buka informasi akun bot di pengadilan," demikian tulisan di meme tersebut, dengan aneka wajahh Musk yang sedang tertawa.

Sebelumnya, Twitter Inc dilaporkan bakal menuntut Elon Musk, kini perusahaan menggandeng firma hukum di Amerika Serikat, Wachtell, Lipton, Rosen and katz.

Dilansir dari Antara, Senin (11/7/2022), alasan Twitter menuntut Elon Musk adalah karena dia tidak jadi membeli perusahaan media sosial tersebut.

Laporan Reuters, kabar ini tersiar dari seorang sumber yang mengetahui perkara ini. Twitter menuntut agar sang miliuner menyelesaikan akuisisi senilai 44 miliar dolar AS.

Menurut sang sumber, Twitter akan mengajukan berkas ke pengadilan di Delaware dalam pekan ini.

Wachtell, Lipton, Rosen and Katz memperkuat tim hukum Twitter, yang saat ini terdiri dari Simpson Thacher and Bartlett LLP dan Wilson Sonsini Goodrich and Rosati.

Sementara itu, Twitter menolak berkomentar atas isu ini. Sedangkan, firma hukum tersebut belum menanggapi pertanyaan Reuters.

Baca Juga: Pelaku Illegal Fishing Asal India Meninggal Karena Sakit, KKP Berikan Penanganan Terbaik

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini