Share

5 Hal Menarik Tentang Albert Einstein, Pernah Diawasi FBI Salah Satunya

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 56 2628782 5-hal-menarik-tentang-albert-einstein-pernah-diawasi-fbi-salah-satunya-yULpDAFZdY.jpg 5 hal menarik tentang Albert Einstein, pernah diawasi FBI salah satunya (Foto: Shutterstock/delcarmat)

JAKARTA - Banyak yang menganggap Albert Einstein sebagai salah satu ilmuwan terbesar sepanjang masa. Ini tidak lepas dari teorinya tentang relativisme yang menghasilkan teori-teori seperti massa, gerak, waktu dan ruang.

Namun, tahukah Anda bahwa ada 5 hal menarik tentang Albert Einstein di luar segudang teori yang berhasil dirumuskannya yang jarang diketahui. Penasaran apa saja? Berikut laporannya, melansir dari Discover Magazine, Rabu (13/7/2022).

1. Awal Karir yang menantang

Setelah lulus dari Politeknik Zurich pada tahun 1900, Einstein gagal untuk mendapatkan posisi sebagai profesor. Pada saat itu, dia tidak dianggap sebagai orang yang jenius karena belum melakukan sesuatu yang luar biasa.

Menurut buku, Einstein: His Life and Universe, Einstein membutuhkan sembilan tahun setelah lulus dan akhirnya mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai profesor junior.

Ia kemudian bekerja sebagai juru tulis paten saat mengerjakan tesis doktoralnya dan meraih gelar Ph.D. dan pada tahun 1905, Einstein menerbitkan teorinya tentang kesetaraan massa-energi (E=MC2) hingga akhirnya namanya mulai dikenal.

2. Beberapa kali menikah

Istri pertama Einstein adalah rekan kuliahnya yang sama-sama memiliki minat pada ilmu fisika. Ia adalah Mileva Mariฤ‡ yang selama bersama Einstein selalu memberikan support penuh tetapi tidak mendapat perlakuan yang setimpal.

Lama menjalin hubungan, Einstein akhirnya bosan dengan Mileva dan memulai hubungan romantis dengan sepupunya, Elsa. Ia pun akhirnya menceraikan Mileva dan menikah dengan Elsa namun pernikahan ini juga tidak berjalan harmonis.

Belakangan terungkap bahwa Einstein memiliki perasaan terhadap putri Elsa dari pernikahan sebelumnya, Ilse. Dan dia sebenarnya mempertimbangkan untuk mengakhiri pertunangannya dengan Elsa untuk melamar Ilse yang saat itu berusia 20 tahun.

3. Puluhan tahun dalam pengawasan FBI

FBI mengawasi Einstein selama lebih dari dua dekade, mengumpulkan file lebih dari 1.400 halaman. J. Edgar Hoover, direktur FBI pada saat itu, curiga terhadap Einstein dan menganggapnya sebagai seorang radikal, dan mungkin subversif atau komunis.

Dia blak-blakan tentang isu-isu sosial seperti rasisme, hak-hak demokrasi, ketidakadilan dan kebebasan sipil. Ketika dia secara terbuka berbicara menentang bom hidrogen, Hoover menjadi lebih yakin bahwa Einstein perlu diselidiki sepenuhnya.

4. Otaknya dicuri dan dipelajari

Einstein meninggal di Rumah Sakit Princeton, tempat dia mengajar, pada usia 76. Segera setelah menghembuskan nafas terakhirnya, ahli patologi Princeton Thomas Harvey mengangkat otak dan mata Einstein untuk kemudian dipelajari.

Dia melakukan penelitian tentang otak dan membuat 240 slide dari sampel yang dikumpulkan. Selama 40 tahun, Harvey terus mengatakan bahwa dia hampir menerbitkan penelitiannya. Tetapi dia tidak pernah mempublikasikan temuan apapun sampai saat ini.

Baru pada akhir 1980-an, para ilmuwan lain mulai menerbitkan temuan tentang otak Einstein. Terungkap bahwa otak Einstein ternyata 15 persen lebih besar dari biasanya dan dia memiliki lebih banyak sel glial relatif terhadap neuron daripada rata-rata.

Meskipun begitu, otak Einstein ternyata memiliki berat yang lebih ringan dibanding otak manusia kebanyakan. Otak Einstein hanya berada di angka sekitar 1,2 Kg dari rata-rata 1,5 Kg.

5. Namanya diabadikan untuk nama sebuah sindrom

Einstein belum bisa bicara hingga ia berusia lima tahun. Tetapi keterlambatannya berbicara kemudian berbalik di usia remaja. Ia menjadi remaja yang mampu berbicara dalam banyak bahasa, belajar filsafat dan terampil bermain biola dan piano.

Karakteristik yang ditunjukkan Einstein tidak jarang ditemukan pada anak-anak. Hal ini menyebabkan ekonom Thomas Sowell menciptakan frasa "Sindrom Einstein," untuk menggambarkan anak-anak dengan keterlambatan bicara bukan karena autisme.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini