Share

Foto Berwarna Pertama Alam Semesta Berhasil Dipotret Teleskop Angkasa James Webb

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 56 2628906 foto-berwarna-alam-semesta-berhasil-dipotret-teleskop-angkasa-james-webb-BsdLdCvG0Z.jpg Foto berwarna alam semesta berhasil dipotret teleskop angkasa James Webb (Foto: NASA, ESA, CSA, dan STScl)

JAKARTA - Foto penuh warna pertama dari Teleskop Luar Angkasa James Webb telah dirilis oleh NASA dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, dan itu menunjukkan penampakan alam semesta terdalam dan paling detail yang pernah dipotret.

Diolah dari Live Science, Rabu (13/7/2022), foto-foto tersebut dinamakan "Webb's First Deep Field," foto spektakuler dan menakjubkan ini menunjukkan alam semesta kita hanya beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang , tepat ketika galaksi mulai terbentuk dan cahaya mulai berkelap-kelip dari bintang-bintang pertama.

Cahaya bintang pertamanya membutuhkan waktu sekitar 13,5 miliar tahun atau sebagian besar usia alam semesta, untuk tiba di Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) setelah tarikan gravitasi.

Administrator NASA Bill Nelson pada konferensi pers megatakan, teleskop JWST akan sangat tepat digunakan sehingga boisa melihat apakah planet layak huni atau tidak.

Menurut Nelson, hasil potret teleskop ini menunjukkan pandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang alam semesta, dan akan memungkinkan para ilmuwan untuk menemukan jawaban atas misteri alam semesta yang belum terpecahkan..

"100 tahun yang lalu, kami mengira hanya ada satu galaksi. Sekarang jumlahnya tidak terbatas. Dan di galaksi kami, kami memiliki miliaran bintang atau matahari. Dan ada miliaran galaksi dengan miliaran bintang dan matahari," ungkap dia.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

Pemegang rekor sebelumnya yang berhasil memotret pandangan terdalam dan tertua ke luar angkasa adalah Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Serangkaian bidang gambar menunjukkan bagaimana, beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang, galaksi-galaksi bintang berkilauan telah menyatu di alam semesta muda.

Namun, untuk mengintip lebih jauh ke masa lalu, para ilmuwan perlu merancang teleskop yang cukup besar untuk memotret cahaya dari objek yang paling redup dan mampu mendeteksi frekuensi inframerah tempat cahaya terjauh telah dialihkan oleh ekspansi alam semesta.

Teleskop Luar Angkasa James Webb, diameter cermin utamanya berukuran lebar 21,6 kaki (6,6 m), dibandingkan dengan cermin Hubble, yang hanya berdiameter 7,9 kaki (2,4 m).

Ini berarti JWST mampu mendeteksi objek 100 kali lebih redup daripada yang bisa dilihat Hubble. Teleskop juga dapat memindai alam semesta dalam inframerah, memungkinkannya untuk melihat galaksi yang lahir hanya 200 juta tahun setelah Big Bang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini