Share

Fenomena Matahari di Atas Kakbah, Berikut Wilayah yang Bisa Revisi Arah Kiblat

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 15 Juli 2022 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 56 2630112 fenomena-matahari-di-atas-kakbah-berikut-wilayah-yang-bisa-revisi-arah-kiblat-t9p4ksNI2P.jpg Fenomena Matahari di atas Kakbah, berikut wilayah yang bisa revisi arah kiblat (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Matahari di atas Kakbah bakal berlangsung hari ini, momen dari fenomena ini bisa dimanfaatkan untuk merevisi arah kiblat bagi sejumlah wilayah di Indonesia.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN (LAPAN), Andi Pangeran, mengatakan bahwa fenomena astronomi ini bakal terjadi Indonesia pada pukul 16.26 WIB, 17.26 WITA, dan 18.26 WIT.

Dijelaskan, seluruh wilayah di Indonesia dapat memanfaatkan fenomena Matahari di atas Kakbah yang berlangsung hari ini untuk merevisi arah kiblat.

"Namun, ada beberapa wilayah di Indonesia yang tidak dapat memanfaatkan fenomena ini untuk meluruskan arah kiblat," ujar Andi, dikutip dari laman EDUSAINSA BRIN (LAPAN), Jumat (15/7/2022).

Berikut ini, daftar wilayah di Indonesia yang tidak bisa merevisi arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena Matahari di atas Kakbah pada hari ini.

1. Kab. Maluku Tengah

2. Kab. Seram Bagian Timur

3. Kab. Maluku Tenggara Barat (kini Kab. Kep. Tanimbar)

4. Kab. Maluku Tenggara (kini Kab. Kep. Kei)

5. Kota Tual

6. Kab. Maluku Barat Daya (minus Pulau Wetar)

7. Kab. Kep. Aru

8. Papua Barat

9. Papua

Menurut Andi, kesembilan wilayah tersebut bisa meluruskan arah kiblat ketika Matahari berada di titik balik atau Nadir Kakbah (Antipoda Kakbah).

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

Lantas, bagaimana caranya merevisi arah kiblat melalui fenomena Matahari di atas Kakbah? Simak penjelasan di bawah ini.

1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, cari lokasi yang rata dan tentunya terkena cahaya Matahari,

2. Sediakan tongkat luruh atau benda tegak tidak berongga lainnya, misalnya spidol papan tulis, atau dapat memakai benang berbandul.

3. Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan, dapat merujuk ke http://jam.bmkg.go.id atau http://time.is,

4. Tancap tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan tongkot benar-benar tegak lurus 90 derajat, atau gantungkan benang berbantul tadi,

5. Tunggulah hingga waktu Matahari di atas Kakbah tiba, kemudian amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut.

6. Tandai ujung bayangan, lalu tariklah garis luruds dengan pusat bayangan tongkat atau bandul tadi,

7. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.

Dia menegaskan, Kulminasi Agung yang terjadi di Kakbah dapat digunakan untuk merevisi atau meluruskan arah kiblat, karena banyangan benda yang terbentuk akan mengarah ke Kakbah ketika posisi Matahari berada di atasnya.

Dalam ilmu falak, Kulminasi Agung di Kakbah atau Matahari di atas Kakbah disebut juga sebagau Rashdul Qiblah yang bermakna "meluruskan kiblat."

Selain Rashdul Qiblah yang terjadi dua kali setahun (sering disebut Rashdul Qiblah Global), ada Rashdul Qiblah lokal atau harian yang mana Matahari terletak pada jalur yang menghubungkan Kakbah dengan lokasi yang ingin dicek arah kiblatnya, waktu terjadinya bisa berubah-ubah setiap hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini