Share

13 Pakar Ungkap Fakta Menarik Tentang Enkripsi End-to-End

Christabel Reviana Kusuma Putri, Jurnalis · Sabtu 16 Juli 2022 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 57 2630348 13-pakar-ungkap-fakta-menarik-tentang-enkripsi-end-to-end-cqHRhDZvoV.JPG 13 pakar ungkap fakta menarik tentang enkripsi end-to-end (Foto: Wired/Elena Lacey)

JAKARTA - Istilah enkripsi end-to-end (E2EE) mungkin belum banyak yang mengetahuinya, meski kini pengguaan internet sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya, apa itu enkripsi end-to-end? Apa keuntungan yang di dapat? Bagaimana para pakar memandang hal ini? Diolah dari Forbes, Sabtu (16/7/2022), simak jawabannya berikut ini.

Sebelum masuk lebih jauh, enkripsi end-to-end tercipta bukan tanpa alasan. Para konsumen dan bisnis sama-sama dibombardir dengan berita peringatan pentingnya menjaga dan melindung data digital mereka.

Meskipun banyak yang telah mengkampanyekan hal ini, masih ada yang belum mengerti dan kurangnya pengetahuan tentang spesifikasi alat dan proses keamanan yang tersedia, termasuk enkripsi end-to-end.

Kegunaan dari enkripsi end-to-end ini sebenarnya memastikan agar pesan digital yang dimiliki tidak dapat dibaca oleh siapapun kecuali penerima yang dituju.

Berikut fakta tentang enkripsi end-to-end dari 13 pakar di bidangnya:

1. Vivian Lyon, Plaza Dynamics

Dengan adanya E2EE, hanya pengirim dan penerima yang dapat mengakes data yang ditransfer. Dengan kata lain, E2EE melindungi data agar tidak jatuh ke tangan yang tidak diingunkan dengan memblokir pihak ketiga atau pengguna yang tidak berwenang mengakses data yang ditransfer.

2. John Milburn, Clear Skye

Diketahui bahwa E2EE dapat mencegah peretasan pada tingkat server. Menurut Milburn, E2EE merupakan satu-satunya cara untuk benar-benar melindungi privasi seseorang.

Dengan metode ini, para peretas harus melakukan serangan tingkat perangkat yang bertentangan dengan server, yang berarti mengurangi kemungkinan pelanggaran.

3. Ann Westerheim, Ekaru

Menurut Westerheim, mengirim email tidak menggunakan enkripsi sama dengan mengirim kartu pos, yang artinya siapapun dapat memegangnya dan dapat dengan mudah membacanya. Dengan adanya enkripsi, pesan seseorang akan lebih privasi.

4. Mike Kijewski, MedCrypt

Dalam keterangannya, Kijewski lebih berfokus pada enkripsi dalam perangkat medis. Saat ini perawatan jarak jauh dan inovasi klinis telah berhasil menjangkau banyak pihak dan sering digunakan oleh pasien. Mengamankan riwayat dan komunikasi medis sangatlah penting dan E2EE hadir untuk itu.

5. Dragos Rus, WeSupply Labs

Belum banyak penyedia layanan yang menggunakan E2EE, walaupun sudah menggunakan ekripsi. Hal ini lebih memiliki resiko untuk penyedia layanan dapat mengakses data yang dimiliki oleh konsumennya.

6. Ameesh Divatia, Baffle, Inc.

Sebenarnya setiap perusahaan memiliki kesadaran yang kuat akan pentingnya E2EE, namun beberapa perusaahaan tidak menggunakannya.

7. Sean Barker, cloudEQ

Menurut Barker, tanpa adanya E2EE, para penguna bisa dilacak di manapun. Ketika seseorang memposting sesuatu di media sosial atau mengunjungi situs web, memberikan peluang bagi perusahaan untuk membeli, menjual dan menghubungkan informasi untuk mendapatkan gambaran orang tertentu.

Namun, apabila menggunakan enkripsi, hal ini bisa dicegah karena kegunaannya untuk mengenkripsi data di seluruh internet sehingga lebih sulit diakses.

8. E2EE menurut Shine Xavier, DLTLedgers

Ketika ditawarkan enkripsi, Xavier mengatakan bahwa pentingnya untuk memahami dua aspek utama, yaitu enkripsi data dan saluran. Apabila sedang mengevaluasi perjanjian tingkat layanan dan keamanan data, dua hal ini dapat menjadi acuan.

9. Nicholas Domnisch, EE Solutions (EES Health)

Menurut Domnisch, penting bagi seseorang atau lembaga memahami bahwa tidak semua enkripsi sama. Beberapa perusahaan yang menawarkannya sering mendeskripsikan pesan di server mereka sembelum mengenkripsi ulang. Sebagai konsumen yang sadar, para pengguna harus lebih berhati-hati dnab mengamati.

10. Vasily Voropaev, smartbrain.io

E2EE dapat menyembunyikan konten tetapi bukan konteks. Jadi, mungkin server tidak akan bisa membaca konten pesan apa yang dikirimkan.

Namun, masih bisa mencatat bahwa pada hari ini atau saat ini pengguna bertukar pesan dengan orang lain. Fakta bahwa ketika pengguna berkomunikasi dengan penerima tertentu dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan.

11. Victor Shilo, EastBanc Techonologies

E2EE adalah langkah evolusioner yang melindungi data yang dimiliki lebih baik, tetapi tidak sepenuhnya melindungi privasi yang dimiliki. Jika ingin anonum bisa menggunakan layanan VPN yang menganonumkan aktivitas yang dimiliki.

12. Lior Yaari, Grip Security

Enkripsi ini tidak dapat melindungi pengguna dari kesalahan. Enkripsi dianggap efektif apabila pengirim dan penerima adalah sumber terpercaya.

Seperti halnya teknologi keamanan lainnya, E2EE hanyalah salah satu lapisan yang membantu menjaga keamanan komunikasi. Mengandalkan enkripsi saja tidaklah cukup.

13. James Beecham, ALTR

Tokenisasi dirasa mampu memberikan perlindungan lebih baik karena disisi lain, dengan tokenisasi lebih banyak database dan aplikasi daripada teks sandi. Ini memastikan perlindungan lebih baik untuk data pengguna.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini