Share

Mahasiswa Sukses Buat Earbud Peredam Bising dengan Machine Learning

Tangguh Yudha, Jurnalis · Sabtu 16 Juli 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 16 57 2630597 mahasiswa-sukses-buat-earbud-peredam-bising-dengan-machine-learning-tL2GWVLtb1.jpg Mahasiswa sukses buat earbud peredam bising dengan machine learning (Foto: TechSpot)

JAKARTA - Teknologi noise canceling pada earbud saat ini belum 100 persen mampu meredam suara bising. Kini, seorang mahasiswa teknik di University of Washington berhasil menghadirkan solusi dari masalah tersebut menggunakan machine learning.

Dilansir dari TechSpot, Sabtu (16/7/2022), mahasiswa yang bernama Maruchi Kim itu, telah sukses membuat earbud yang dijuluki ClearBuds.

Perangkat TWS tersebut, baru saja didemonstrasikan di Association for Computing Machinery International Conference on Mobile Systems, Applications, and Services.

Earbud mampu membungkam suara bising penyedot debu dan bahkan suara gangguan yang dihasilkan oleh orang lain. Metode ini secara efektif mengisolasi suara pembicara tanpa gangguan kebisingan.

Seperti teknologi peredam bising lainnya, ClearBuds menggunakan mikrofon ganda untuk menangkap suara speaker dan eksternal.

Namun, cara memproses sinyal prangkat ini jauh berbeda dari yang lain.

Setiap earbud membuat dua aliran audio resolusi tinggi yang disinkronkan yang berisi data tentang arah setiap suara yang ditangkap.

Teknik ini, memungkinkan AI untuk mengisolasi suara bising lebih tepat daripada mikrofon dua arah.

"Karena suara pembicara dekat dan jaraknya kira-kira sama dari kedua earbud, jaringan saraf dilatih untuk fokus hanya pada ucapan mereka dan menghilangkan suara latar belakang, termasuk suara lain," kata rekan penulis studi, Ishaan Chatterje.

"Metode ini sebagian besar mirip dengan cara kerja telinga Anda. Mereka menggunakan perbedaan waktu antara suara di telinga kiri dan kanan Anda untuk menentukan dari arah mana suara itu berasal," lanjutnya.

Dengan ClearBuds, setiap lubang suara secara konstan mengirimkan aliran audio secara bersamaan.

Metode ini, mengharuskan para ilmuwan untuk mengembangkan protokol jaringan Bluetooth khusus untuk earbud yang menyinkronkan dua aliran hingga 70 mikrodetik satu sama lain.

Meskipun ClearBuds sedikit lebih besar daripada beberapa earbud populer yang tersedia, pemrosesan AI masih harus dilakukan oleh perangkat terhubung yang dapat menjalankan AI. Dan tim saat ini masih berupaya membuat algoritme yang lebih efisien.

Sayangnya para insinyur ini tidak menyebutkan rencana komersialisasi perangkat yang mereka cipptakan.

Kendati demikian, setelah pekerjaan mereka sepenuhnya selesai, pembuatan produk komersial atau lisensi teknologi sangat mungkin terjadi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini