Share

Tangan Prostetik Canggih Bertenaga AI Ini Sabet Penghargaan Bergengsi

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 20 Juli 2022 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 56 2633120 tangan-prostetik-canggih-bertenaga-ai-ini-sabet-penghargaan-bergengsi-JUydXFk30e.JPG Tangan prostetik canggih bertenagan AI ini sabet penghargaan bergengsi (Foto: Esper Bionics)

JAKARTA - Tangan prostetik bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berhasil dibuat oleh startup asal New York, Amerika Serikat, yakni Esper Bionics.

Dikutip dari ZDNet, Rabu (20/7/2022), saking canggihnya barhasil menyabet penghargaan bergengsi Red Dot Award: Best of the Best 2022 karena menetapkan standar baru dalam industri desain.

Tangan prostetik bertenaga AI buatan Esper Bionics ini, pegerakannya dinilai sangat lincah ketika digunakan, ringan, dan memiliki keanggunan yang tidak diragukan lagi.

"The Esper Hand mencapai fungsionalitas komprehensif yang sangat mirip dengan gerakan alami tangan. Teknologi AI-nya memberikan kontribusi penting untuk memungkinkan pengguna melakukan tugas sehari-hari secara mandiri," tulis juri Red Dot.

"Penampilannya yang elegan secara teknis menjadikan prostetik sebagai produk gaya hidup yang dipakai pengguna dengan percaya diri. Selain itu, desainnya memastikan pembentukan spesifik gender dengan menangani secara sensitif perbedaan anatomi," tambahnya.

Kehadiran Esper Bionic merupakan lompatan besar dalam teknologi prostetik selama beberapa tahun terakhir, dibantu oleh konvergensi teknologi yang mencakup AI, robotika, penginderaan, dan manufaktur batch kecil, yang memungkinkan produk yang disesuaikan dalam skala besar.

Tangan prostetik tersebut, dapat menangkap sinyal dari otot individu, yang membuatnya tiga kali lebih cepat dalam kontrol daripada produk sejenis lainnya.

Beratnya juga lebih ringan (380 g) daripada banyak tangan palsu lainnya.

AI dan pembelajaran mesin (machine learning) telah menjadi anugerah bagi pengembangan prostetik. Semakin banyak pemakainya, semakin baik hasilnya.

Melalui AI dan machine learning, dapat mendeteksi pola perilaku pengguna yang paling sering dilakukan dan dengan demikian memprediksi niat dan gerakan pengguna.

Ha itu, bisa membantunya dilatih untuk bergerak secara intuitif, tanpa upaya apa pun dari pengguna. Dan juga dapat dikontrol dan dilatih melalui aplikasi seluler. Semuanya menggarisbawahi kenyataan baru yang menjadi alasan harapan di antara pemakai prostesis.

Baca Juga: Pelaku Illegal Fishing Asal India Meninggal Karena Sakit, KKP Berikan Penanganan Terbaik

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini