Share

4 Fenomena Langka di Taman Nasional Alas Purwo

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2022 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 56 2633669 4-fenomena-langka-di-taman-nasional-alas-purwo-kwU0fFue8e.jpg 4 fenomena langka di Taman Nasional Alas Purwo (Foto: KSDAE KLHK)

JAKARTA - Ada fenomena langka di Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur. Di antaranya, empat kejadian yang berlangsung dan jarang terlihat di tempat lain.

Diketahui, keberadaan Taman Nasional ini terletak di ujung paling timur dari Pulau Jawa, tepatnya di Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Taman Nasional Alas Purwo merupakan kawasan karst yang dulunya adalah dataran di bawah laut yang terangkat akibat aktivitas tektonik bumi. Tidak heran jika kawasan ini terdapat banyak gua.

Menempati lahan seluas 43.420 hektare, Taman Nasional Alas Purwo terbagi menjadi enam ekosistem di antaranya hutan bambu, hutan bakau, hutan tanaman, hutan alam, hutan pantai, dan padang rumput.

Keindahan alam Taman Nasional Alas Purwo tidak perlu diragukan lagi. Ditambah beragamnya jenis flora dan fauna yang dapat ditemukan di kawasan taman nasional ini.

Lantas, apa saja empatr fenomena langka di Taman Nasional Alas Purwo? Dirangkum dari berbagai sumber, simak penjelasan di bawah ini.

1. Migrasi Burung

Perpindahan burung yang berasal dari luar negeri (migrasi) merupakan fenomena langka di Taman Nasional ini, biasanya berlangsung pada bulan Oktober - Desember.

Migrasi burung ini, umumnya disebabkan oleh faktor cuaca ataupun faktor ketersediaan bahan pangan di habitat asli burung tersebut.

2. Pendaratan Penyu

Di beberapa pantai yang masuk dalam kawasan Alas Purwo National Park, seperti Pantai Plengkung dan Pantai Sukamade terdapat tempat penangkaran penyu.

Ada beberapa spesies penyu Jawa di Taman Nasional ini, di antaranya adalah penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu abu-abu.

Fenomena pendaratan penyu di Pantai Sukamade hanya bisa disaksikan pada malam hari mulai pukul 20.00 - 00.00 WIB antara bulan Januari sampai September.

Saat itu, kawanan penyu akan berbondong-bondong datang ke pesisir pantai untuk bertelur. Setelah menimbun telur di dalam pasir, maka kawanan penyu tersebut akan kembali ke Laut Selatan yang berombak besar.

3. Kehidupan Satwa Liar di Savana Sadengan

Wisatawan yang ingin menyaksikan kehidupan satwa liar di Taman Nasional ini bisa mendatangi Savana Sadengan. Savana ini berupa padang rumput yang sangat luas dan kehijauan.

Di savana ini, para wisatawan bisa menyaksikan kehidupan satwa liar khas Pulau Jawa. Beberapa di antaranya adalah banteng Jawa, lutung Jawa, rusa, kijang, burung merak, kancil, macan tutul, ayam hutan, dan satwa liar lainnya.

Selain itu, terkadang sebagian burung merak terlihat mengembangkan sayapnya dan melakukan gerakan unik untuk menarik perhatian merak betina.

4. Ekosistem Hutan Tropis

Sebagian besar kawasan Taman Nasional ini, ditumbuhi dengan beragam jenis hutan tropis, seperti hutan alam, hutan mangrove atau hutan bakau, hutan pantai, hutan bambu, dan padang rumput.

Demikian pembahasan mengenai fenomena langka di Taman Nasional Alas Purwo, semoga bermanfaat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini