Share

Meta Digugat Perusahaan VR MetaX Karena Namanya Mirip

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2022 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 57 2633732 meta-digugat-perusahaan-vr-metax-karena-namanya-mirip-pQoOoiGVUD.jpg Meta digugat perusahaan VR MetaX karena namanya mirip (Foto: AFP)

JAKARTA - Meta dilaporkan mendapatkan gugatan hukum, kali ini mereka harus menghadapi gugatan terkait merek dagang di Pengadilan Federal Manhattan.

Dikutip dari Antara, Kamis (21/7/2022), adapun gugatan tersebut diajukan oleh perusahaan Virtual Reality (VR) MetaX, di mana mengklaim lebih dahulu menghadirkan layanan realitas virtual dibanding Meta.

MetaX yang berbasis di New York mengatakan kepada pengadilan, perusahaannya mengalami kerugian akibat perubahan yang dilakukan oleh Facebook dan membuat MetaX tidak dapat beroperasi optimal.

Reuters melaporkan, MetaX menggugat Meta karena telah melanggar merek dagang federal "Meta", dan meminta pengadilan untuk melarang perusahaan yang sebelumnya fokus pada media sosial itu menggunakan nama Meta.

Pendiri MetaX, Justin "JB" Bolognino. mengatakan bahwa Meta telah melanggar asas bisnis sekaligus hasil kerja dari para inovator-inovator yang bekerja di MetaX.

"(Meta) tidak hanya membahayakan bisnis kami, tetapi juga seluruh industri dan hak kekayaan intelektual para inovator yang telah membantu membangunnya,"ujar Justin.

MetaX mengkhususkan diri dalam "teknologi pengalaman dan imersif" menggunakan teknologi seperti VR dan augmented reality.

Perusahaan tersebut mengatakan dalam gugatannya bahwa mereka telah membahas potensi kemitraan bersama Facebook pada 2017, seorang eksekutif Facebook bahkan memuji salah satu pengalaman MetaX tahun itu dan menggambarkannya sebagai temuan "luar biasa" dan "spektakuler."

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

MetaX menyampaikan, fokus baru Meta Platform pada metaverse, tumpang tindih dengan bisnisnya yang terlebih dahulu memberikan "pengalaman imersif" serupa di beberapa tempat yang sama.

MetaX berpendapat, rebranding Meta Platforms mendorongnya keluar dari pasar, dan itu telah menyebabkan orang secara keliru percaya bahwa perusahaan tersebut berafiliasi.

Diketahui, perubahan nama Facebook menjadi Meta terjadi pada Oktober 2021.

Hal ini, didasari CEO Meta Mark Zuckeberg memiliki visi besar mengembangkan sebuah dunia campuran antara realitas sesungguhnya dan virtual ke dalam dunia bernama metaverse.

Sementara itu, Meta enggan mengomentari perkara gugatan yang diajukan oleh MetaX.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini