Share

Ericsson Mobility Report: Pengguna 5G Diprediksi Akan Tembus 1 Miliar Pada 2022

Agustina Wulandari , Jurnalis · Jum'at 22 Juli 2022 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 16 2634605 ericsson-mobility-report-pengguna-5g-diprediksi-akan-tembus-1-miliar-pada-2022-kt9ymSmMqf.jpeg Ericsson Mobility Report 2022 menyebut pelanggan 5G mencapai 1 miliar pada 2022 4,4 miliar pada 2027. (Foto: Dok. Ericsson)

Laporan Ericsson Mobility Report edisi Juni 2022 memberi banyak sekali fakta baru terkait perkembangan jaringan 5G di seluruh dunia. Salah satunya adalah fakta bahwa jaringan 5G berkembang lebih cepat daripada semua generasi teknologi seluler sebelumnya.

Ericsson Mobility Report dimulai sejak 2011, di mana Ericsson melakukan proyeksi dan analisis tren terbaru yang terjadi di industri seluler. Termasuk perkembangan teknologi seperti 5G, IoT, hingga Fixed Wireless Access (FWA).

Menurut laporan tersebut, seperempat populasi dunia saat ini memiliki akses ke jaringan 5G. Ini karena pertumbuhan pengguna jaringan 5G jauh lebih cepat dibandingkan 4G yang pertama dirilis pada 2009.

Selama kuartal I 2022, bahkan ada penambahan 70 juta pelanggan 5G. Pada 2027, laporan tersebut juga memperkirakan tiga perempat populasi dunia akan dapat mengakses 5G.

”Ericsson Mobility Report terbaru memvalidasi 5G sebagai generasi teknologi seluler dengan pertumbuhan tercepat yang pernah ada, dimana Ericsson memainkan peran kunci dalam mewujudkannya,” ujar Fredrik Jejdling selaku Executive Vice President and Head of Networks, Ericsson.

Menurut Fredrik, pihaknya bersama pelanggan dan mitra di seluruh dunia berupaya untuk memastikan jutaan orang, perusahaan, industri, dan masyarakat menikmati manfaat konektivitas 5G sesegera mungkin.

Amerika Memimpin Penetrasi 5G

Laporan Ericsson Mobility Report menyebut bahwa Amerika akan memimpin penetrasi jaringan 5G dalam 5 tahun ke depan. ”9 dari 10 pelanggan seluler di Amerika akan menggunakan jaringan 5G pada 2027,” ujar Fredrik.

Ia juga mengatakan bahwa pengguna jaringan 5G di seluruh dunia pada akhir tahun ini diprediksi akan mencapai 1 miliar. Ini menegaskan cepatnya perkembangan jaringan 5G di seluruh dunia. Jaringan 4G butuh 2 tahun lebih lama untuk mencapai 1 miliar pengguna.

Pada 2027, Ericsson Mobility Report juga memprediksi sebagian besar negara-negara maju sudah mengadopsi jaringan 5G.

Rinciannya, pengguna 5G akan mencapai 82 persen di Eropa Barat, 80 persen di Gulf Cooperation Council (GCC) atau kawasan Dewan Kerja Sama untuk Negara Arab di Teluk, dan 46 persen di Asia Tenggara dan Oseania.

”Secara global, 5G diperkirakan akan mencakup hampir 48 persen dari semua pengguna operator seluler di seluruh dunia pada 2027. Yakni, lebih dari dari 4,4 miliar pengguna,” ungkap Fredrik.

Semakin Banyak Orang Terhubung ke Internet Broadband

Dalam dua tahun terakhir lalu lintas data jaringan seluler global meningkat dua kali lipat. Artinya, masih banyak orang yang belum terhubung dan baru terhubung ke internet broadband.

Laporan Ericsson Mobility Report menyebut bahwa perkembangan trafik yang luar biasa ini didorong oleh peningkatan penggunaan smartphone dan broadband seluler, serta digitalisasi masyarakat dan industri. Terlepas dari pandemi Covid-19 dan ketidakpastian geopolitik, permintaan terhadap koneksi internet dan layanan digital cepat terus meningkat.

Tidak hanya itu, di Asia dan Oseania, jumlah konsumsi data pengguna smartphone akan meroket menjadi 45 GB per bulan pada 2027.

Foto: Ericsson

FWA dan IoT

Laporan Ericsson Mobility Report juga menyoroti pentingnya peran Fixed Wireless Access (FWA) atau Jaringan Tetap Nirkabel dalam menyalurkan layanan broadband.

Ericsson memperkirakan jumlah koneksi FWA akan melebihi 100 juta pada 2022, angka yang diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2027, yakni mencapai hampir 230 juta.

Sementara untuk Internet of Things (IoT), laporan tersebut mencatat bahwa pada 2021, broadband IoT (4G/5G) mengambil alih 2G dan 3G sebagai teknologi yang menghubungkan bagian terbesar dari semua perangkat seluler yang terhubung dengan IoT, terhitung sebanyak 44 persen dari seluruh koneksi.

Teknologi IoT yang masif (NB-IoT, Cat-M) meningkat hampir 80 persen selama 2021, mencapai hampir 330 juta koneksi. Jumlah perangkat IoT yang terhubung dengan teknologi ini diperkirakan akan melampaui 2G/3G pada tahun 2023.

Jaringan 5G Punya Dampak Besar di Indonesia

“Konektivitas seluler merupakan salah satu pendorong terbesar pertumbuhan ekonomi dan kesenjangan sosial,” demikian disampaikan Head of Ericsson Indonesia Jerry Soper. Terutama di negara seperti Indonesia.

Jerry mengatakan, pihaknya akan terus mendukung perjalanan 5G di Indonesia bersama dengan penyedia layanan komunikasi. ”Infrastruktur digital kuat yang sedang kami bangun di Indonesia akan membantu menjembatani kesenjangan digital, menciptakan peluang kerja, mendorong ekonomi, dan mewujudkan transformasi digital nasional,” ucapnya.

Menurutnya, 5G akan memainkan peran penting dalam mempercepat digitalisasi ekonomi dan mendorong inovasi generasi mendatang bagi konsumen dan perusahaan di Indonesia. ”Ericsson berkomitmen terhadap Indonesia dan kami berharap dapat memberikan manfaat penuh 5G di tanah air,” ungkapnya.

”Kami yakin dengan kepemimpinan teknologi kelas dunia dan kemampuan penyebaran kuat di seluruh dunia, memungkinkan Indonesia mendapatkan manfaat penuh dari konektivitas 5G melalui produk dan solusi hemat energi kami bersama mitra kami, yakni para operator terkemuka di Indonesia,” tuturnya.

Ericsson saat ini memiliki 174 perjanjian dan kontrak 5G komersial dengan penyedia layanan komunikasi unik secara global, termasuk 125 jaringan 5G komersial yang sudah live.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini