Share

Satu Kota di Kanada Jadi Korban Serangan Ransomware

Tangguh Yudha, Jurnalis · Sabtu 23 Juli 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 54 2634982 satu-kota-di-kanada-jadi-korban-serangan-ransomware-vGgHMvkDKm.jpg Satu Kota di Kanada jadi korban serangan ransomware (Foto: TechSpot)

JAKARTA - Kota St. Marys, Ontario, Kanada, dilaporkan terkena serangan ransomware. Kota kecil berpenduduk sekitar 7.500 orang itu menjadi target terbaru dari kelompok peretas LockBit yang terkenal kejam.

Dilansir dari The Verge, Sabtu (23/7/2022), sebanyak 67GB data kota St. Marys berhasil dicuri kelompok hacker bernama LockBit.

Data mencakup dokumen keuangan, rencana, departemen, data rahasia lainnya.

Data-data penting ini diunggah ke situs gelap oleh LockBit dengan mencantumkan townofstmarys.com sebagai korban ransomware. Tidak lupa mereka juga mengirim keterangan lengkap tentang St. Marys.

"Kota St. Marys terletak di persimpangan Sungai Thames dan Trout Creek, barat daya Stratford di barat daya Ontario. Kaya akan sumber daya alam, yaitu Sungai Thames, tanah yang sekarang membentuk St. Marys secara tradisional digunakan sebagai tempat berburu oleh orang-orang First Nations. Pemukim Eropa tiba pada awal 1840-an," tulis hacker dalam keterangan.

Dalam panggilan telepon, Walikota St. Marys Al Strathdee mengaku kaget kotanya telah menjadi target serangan.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah menanggapi serangan itu dengan bantuan tim ahli.

“Sejujurnya, kami agak shock. Ini bukan perasaan yang baik untuk menjadi sasaran, tetapi para ahli yang kami sewa telah mengidentifikasi apa ancamannya dan memandu kami bagaimana merespons. Polisi tertarik dan telah mendedikasikan sumber daya untuk kasus ini ... ada orang di sini yang mengerjakannya 24/7," katanya.

Strathdee mengatakan bahwa setelah sistem dikunci, kota tersebut telah menerima permintaan tebusan dari geng ransomware LockBit tetapi ia belum membayar apa pun hingga saat ini.

Secara umum, panduan keamanan siber pemerintah Kanada memang melarang pembayaran uang tebusan. Langkah yang kini diambil adalah mengikuti saran tim insiden tentang cara untuk terlibat lebih jauh.

Menurut metode operasi standar LockBit, kota diberi tenggat waktu untuk membayar agar sistem mereka tidak terkunci atau melihat data yang dipublikasikan secara online.

Brett O'Reilly, manajer komunikasi untuk kota St. Marys, mengatakan layanan penting kota seperti transit dan sistem air tidak terpengaruh oleh insiden tersebut, dan kota tersebut berusaha untuk membuka kunci sistem TI dan memulihkan data cadangan.

Untuk diketahui, Lockbit sendiri telah melancarkan 50 serangan ransomware pada bulan Juni 2022 ini, menjadikannya grup ransomware global paling produktif. St. Marys adalah kota kecil kedua yang menjadi sasaran LockBit dalam waktu lebih dari seminggu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini