Share

Sudut Pandang Sains Soal Proses Terjadinya Siang dan Malam Sesuai Alquran

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 29 Juli 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 56 2638012 sudut-pandang-sains-soal-proses-terjadinya-siang-dan-malam-sesuai-alquran-VRl1yUTXpX.jpg Sudut pandang sains soal proses terjadinya siang dan malam sesuai Alquran (Foto: iStock)

JAKARTA - Tara surya terdiri dari berbagai benda langit, dan yang terbesar adalah Matahari. Disebutkan bahwa Matahari memiliki diameter lebih dari 1,3 juta kilometer atau sekira 109 kali lipat diameter Bumi.

Alam semesta diterangi oleh Matahari, termasuk cahayanya yang sampai ke Bumi. Perputaran Bumi atau rotasi menyebabkan ada bagian yang terkena sinar matahari dan ada yang tidak, terciptalah siang dan malam. Sedangkan bergeraknya Bumi mengelilingi matahari menyebabkan terjadinya pergantian musim.

Sebagaimana telah Okezone rangkum, hal ini ternyata sudah jauh dijelaskan dalam kitab suci Alquran. Sebagaimana diungkapkan dalam Surah Fussilat Ayat 37. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya:

وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

"Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (QS. Fussilat: 37)

Matahari memiliki fungsi dalam kehidupan. Salah satunya ialah terkait fotosintesis, yakni proses tumbuhan mengolah makanan, di mana tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk proses tersebut.

Secara sains, disebutkan bahwa energi cahaya akan diserap oleh zat hijau daun atau klorofil. Klorofil bersama kandungan air dan mineral dari dalam tanah, semua unsur diolah untuk menghasilkan energi serta oksigen.

Tumbuhan hijau yang hidup pada akhirnya mendukung rantai makanan untuk kelangsungan makhluk hidup di Bumi. Fungsi matahari sebagai sumber energi dan rantai makanan membentuk keteraturan alam yang menunjang kehidupan manusia.

Tidak hanya tumbuhan dan manusia, hewan juga memerlukan cahaya matahari untuk mencari atau mengonsumsi di siang hari. Beberapa hewan juga aktif di malam hari untuk berburu mangsanya.

Keteraturan siang dan malam merupakan anugerah kepada seluruh penghuni Bumi dan hal ini telah termaktub dalam Alquran.

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۚ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اَلَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

"Dia menciptakan langit dan Bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Az-Zumar: 5)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini