Share

Tips Mengelola Keuangan Bisnis dengan Aplikasi Agar Operasional Berjalan Efektif

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis · Senin 01 Agustus 2022 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 16 2640228 tips-mengelola-keuangan-bisnis-dengan-aplikasi-agar-operasional-berjalan-efektif-wQEVkcaipP.jpg Foto: Dok Freepik

Bisnis dan keuangan adalah dua hal yang erat kaitannya. Ketika memiliki bisnis maka idealnya juga dibarengi dengan manajemen keuangan yang baik. Manajemen keuangan bisnis mampu membuat Anda lebih paham atas kondisi keuangan sehingga kedepannya tantangan yang mungkin hadir bisa diatasi dengan baik.

Masalah pada bisnis mungkin saja terjadi pada aspek keuangan, untuk itu jika Anda ingin memulai bisnis dengan baik, sebisa mungkin untuk mempelajari tentang manajemen keuangan bisnis dasar.

Pengertian Keuangan Bisnis

Pada manajemen keuangan bisnis, terdapat berbagai kegiatan seperti pengelolaan, perencanaan, penyimpanan dana, dan lain sebagainya. Pengelolaan keuangan bisa menjadikan bisnis makin lancar dengan sistem yang terarah. Untuk itu, pengelolaan keuangan ini tidak bisa sembarangan, Anda mungkin butuh sistem kelola keuangan menggunakan financial planner atau aplikasi keuangan perusahaan yang bisa membantu Anda.

Pentingnya Mengatur Keuangan Perusahaan

Keuangan menjadi hal penting dalam perusahaan, karena menjadi salah satu pondasi kuat dalam bergerak dan berkembang. Bayangkan apabila suatu bisnis administrasi keuangannya tidak berjalan dengan baik. Alih-alih perusahaan berkembang, hasilnya malah gaji karyawan tak terbayarkan, tidak mampu membeli bahan baku, atau terjadi pemutusan hubungan kerja.

Dibutuhkan teknik manajemen keuangan yang rapi, benar-benar terpercaya dan bertanggung jawab. Berikut ruang lingkup manajemen keuangan dan metode mengatur keuangan untuk perusahaan.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Secara garis besar, ada dua pendekatan dalam ruang lingkup manajemen keuangan ini. Pendekatan konvensional, sistem yang diterapkan dalam pendekatan ini seputar pengelolaan uang saja.

Kemudian ada pendekatan modern, pendekatan ini lebih luas cakupannya dibandingkan pendekatan konvensional. Manajemen keuangan dengan pendekatan modern mencakup keputusan strategis keuangan, investasi dan dividen.

Berkaitan dengan alokasi dana perusahaan, baik pemasukan dan pengeluaran. Supaya menjadi efisien guna mendapatkan keuntungan yang lebih, maka ruang lingkup manajemen keuangan bisa ditarik sebagai berikut.

1. Keputusan Investasi

Keputusan investasi berhubungan erat dengan aset. Termasuk di dalamnya adalah bangunan, tanah atau tempat perusahaan tersebut berdiri serta alat-alat produksi. Selain itu bisa juga berupa surat berharga.

Keputusan investasi menjadi salah satu hal penting karena dari situ aset perusahaan bisa menjadi aset yang bernilai lebih. Investasi dana yang baik akan diperoleh hasil investasi jangka panjang untuk perusahaan. Tentunya demi keuntungan perusahaan dan kesejahteraan karyawan.

2. Keputusan Pendanaan

Pendanaan umumnya terkait dari mana perusahaan mendapatkan dana atau modal, baik dari dalam atau luar perusahaan. Dana yang ada akan digunakan untuk biaya operasional hingga ekspansi anak perusahaan. Kebijakan di sini tentunya harus dipertimbangan secara matang dialokasikan untuk apa.

Kemudian untuk mendapatkan modal baru apakah dengan hutang atau cara lain. Keputusan pendanaan ini harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, sehingga tidak sampai merugikan di kemudian hari.

3. Manajemen Aset

Hal tak kalah penting dalam perusahaan dan tidak bisa diabaikan begitu saja adalah manajemen aset. Baik aset terlihat maupun intangible assets yang berhubungan dengan human capital. Tanpa adanya kebijakan matang terkait aset, perusahaan bisa saja tidak kuat pada sektor keuangan.

Metode Mengatur Keuangan untuk Perusahaan

Adapun metode dan fungsi keuangan itu sendiri mencakup beberapa hal, yaitu:

1. Perencanaan yang Rapi

Perencanaan keuangan menjadi pilar utama dalam mengelola keuangan. Adanya rencana yang baik, akan meminimalkan pengeluaran yang tidak penting. Kemampuan kas perusahaan harus benar-benar diketahui secara detail, sehingga rencana yang dibuat sesuai kebutuhan perusahaan. Perencanaan yang rapi, mempermudah kinerja perusahaan.

2. Anggaran Keuangan

Dari perencanaan yang baik dan rapi tersebut, Anda bisa membuat anggaran keuangan agar sesuai kebutuhan, efisien dan efektif. Namun sebelumnya harus dicek terlebih dulu, apa saja yang perusahaan butuhkan agar anggaran benar-benar tepat guna.

3. Laporan Keuangan

Laporan keuangan sangat penting agar rencana dan anggaran yang dikeluarkan sesuai dan tidak melenceng dari rencana. Untuk mendapatkan keuntungan besar, laporan keuangan harus dibuat secara benar dan rutin. Dari laporan keuangan ini bisa dilihat naik turunnya laju dana dalam perusahaan. Dengan begitu bisa dicari solusi tepat agar mendapatkan keuntungan maksimal.

4. Mengurangi Risiko

Memang tidak mudah dalam mengurangi risiko ini. Karena perencanaan keuangan yang bagus bukan berarti tanpa risiko. Namun, dengan pengaturan yang jelas dan baik, tentu akan meminimalkan risiko.

Kadang, di awal membuka bisnis, berani mengambil hutang dalam jumlah besar, belum tentu hasilnya sesuai harapan. Inilah risiko yang mau tidak mau dapat terjadi dan harus dihadapi. Misalnya saja dengan tawaran kerja sama usaha yang menguntungkan. Tentunya dengan perjanjian yang jelas, supaya pembagian keuntungan tidak menjadi kendala kedepannya.

Manajemen keuangan dalam perusahaan harus mempertimbangkan segala risiko yang ada selama kegiatan operasional perusahaan

5. Pengawasan dan Audit Keuangan

Setelah semua proses dilakukan dengan baik, selanjutnya perlu adanya pengawasan dan audit keuangan secara rutin. Manfaat dari pengawasan serta audit ini untuk melihat apakah sesuai dengan prosedur yang diterapkan perusahaan atau belum.

Dengan adanya pengawasan, sesuatu yang kelihatan melenceng akan bisa dikembalikan ke aturan yang berlaku. Anda juga bisa menghindari fraud. Di sini Anda harus mengetahui terlebih dahulu terkait perbedaan antara auditor Internal dengan auditor eksternal, hingga tugas auditor.

Dengan metode dan strategi mengatur keuangan yang baik, perusahaan akan berjalan dengan aturan dan sesuai harapan. Keuntungan yang didapat bisa optimal dan otomatis kesejahteraan karyawan bisa ditingkatkan.

Keuntungan Manajemen Keuangan Bisnis

Jika Anda memiliki kemampuan dalam manajemen keuangan bisnis, maka kondisi keuangan pun bisa terkendali dengan aman dan nyaman. Anda bisa menentukan sendiri batas pengeluaran yang tidak akan mempengaruhi kas perusahaan.

1. Memaksimalkan Penggunaan Dana

Aktivitas perusahaan dengan penggunaan dana juga bisa terpantau dengan baik. Anda pun bisa menggunakan dana perusahaan atau bisnis lebih optimal, sehingga dana yang dikeluarkan bisa lebih bertanggung jawab.

2. Struktur Modal Lebih Sehat

Saat mendapatkan atau memiliki modal usaha, maka Anda juga bisa menciptakan struktur modal yang sehat. Struktur modal yang sehat artinya keuntungan lebih besar daripada hutang atau utang tidak mengganggu kas perusahaan.

3. Investasi Lebih Aman

Jika bisnis Anda berjalan dengan lancar dan terlihat progress kearah yang lebih baik, maka dana yang Anda miliki bisa diinvestasikan untuk mendapatkan keuntungan lain. Hal ini tentu didukung dengan manajemen yang baik.

Tujuan Manajemen Keuangan Bisnis

Ada beberapa tujuan dibuatnya manajemen keuangan bisnis yang baik, antara lain:

1. Menjaga Arus Kas

Keluar masuknya atau arus kas pada perusahaan ini wajib dicek secara berkala. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pengeluaran tak terduga yang berakibat pada kerugian perusahaan. Untuk itu, uang kas bisnis dikeluarkan untuk membeli bahan baku produksi, biaya gaji SDM, biaya operasional perusahaan, dll.

2. Efisiensi Modal

Di setiap perusahaan biasanya ada target yang ingin dicapai dengan modal yang telah dikelola secara efisien. Modal usaha yang efisien adalah modal yang cukup banyak namun dipergunakan dengan bijak sehingga aktivitas bisnis bisa berjalan dengan lancar.

3. Optimalkan Kekayaan Perusahaan

Jika perusahaan sudah cukup besar, maka kekayaan perusahaan pun harus selalu dioptimalkan, bagaimana caranya? Caranya adalah dengan pengelolaan aset yang baik, pembagian laba maksimal kepada pemegang saham tentu akan meningkatkan performa perusahaan hingga kepercayaan pemegang saham terhadap bisnis Anda.

4. Memastikan Kelangsungan Hidup Perusahaan

Keputusan perusahaan yang bersinggungan dengan persaingan bisnis bisa berpengaruh pada performa perusahaan. Untuk itu, manajemen keuangan bisnis harus tertata dengan rapi agar keberlangsungan hidup perusahaan pun bisa terus stabil.

5. Mengatur Struktur Modal

Pengelolaan keuangan bisnis memanglah tidak mudah, karena pendapatan atau modal harus digunakan sesuai budget masing-masing kebutuhan. Pada struktur modal inilah dibutuhkan orang yang paham bagaimana mengatur keuangan bisnis. Setelah modal diatur dengan sistematis, maka evaluasi hasilnya apakah sudah sesuai atau belum. Maka, penting sekali untuk mempelajari manajemen keuangan bisnis.

Bagaimana Cara Atur Keuangan Bisnis?

Keuangan bisnis bisa semakin baik jika Anda mampu untuk mengatur pengeluarannya. Berikut tips cara mengatur keuangan bisnis.

1. Catat Semua Pengeluaran

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat semua pengeluaran atau transaksi yang terjadi pada bisnis Anda. Dengan mencatat semua pengeluaran, maka Anda pun akan tahu kemana arah uang Anda. Untuk itu, coba biasakan untuk mencatat semua detail atau hal kecil dari transaksi usaha Anda.

Jika dibutuhkan, simpan semua struk yang menunjukkan adanya transaksi pembelian yang Anda lakukan sehubungan dengan bisnis. Dengan cara ini, maka perlahan Anda akan terbiasa untuk mengelola keuangan bisnis lebih teratur.

2. Buat Proyeksi Keuangan

Apa itu proyeksi keuangan? Proyeksi keuangan adalah sebuah rencana atau bayangan di waktu mendatang atas pengeluaran yang mungkin bisa saja terjadi pada usaha Anda. Anda bisa melihat rencana-rencana ke depan misalnya dalam 1 bulan kedepan apa saja yang Anda butuhkan. Coba cek stok barang yang dibutuhkan, apakah ada yang produk berkurang atau justru stuck.

Proyeksi keuangan tidak hanya diterapkan untuk produksi tapi juga promosi. Misalnya, jika Anda membutuhkan biaya untuk promosi sehingga Anda bisa membuat proyeksi keuangan untuk beberapa bulan kedepan.

3. Awasi Arus Kas Keuangan

Cara mengelola keuangan bisnis yang sering dilakukan oleh para pebisnis handal adalah dengan mengawasi arus kas. Cara mengawasi arus kas yang sederhana cukup dengan memisahkan uang untuk kepentingan usaha atau pribadi. Umumnya, pelaku usaha kecil dan menengah sering sekali menemukan situasi seperti ini dimana uang hasil bisnis tanpa tidak sadar diambil untuk kepentingan pribadi.

Maka, hal ini bisa berpengaruh terhadap arus kas yang mungkin saja bisa terjadi di bisnis Anda. Arus kas harus diawasi dengan seksama sehingga saat mendistribusikan keuntungan pun bisa tepat. Sebagai contoh, jika Anda mendapatkan keuntungan, maka uang dari keuntungan tersebut bisa dibagi-bagi menjadi kebutuhan biaya operasional, dana darurat bisnis, dll.

4. Kembangan Usaha dengan Laba

Laba bisnis yang cukup besar memang sangat menggiurkan untuk segera digunakan. Namun, tetap sadari bahwa keuntungan usaha ini bisa Anda putar kembali untuk mendatangkan keuntungan. Anda bisa pakai laba untuk modal usaha kembali sehingga bisnis UMKM Anda bisa semakin lancar. Sebaiknya laba tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, tapi simpanlah laba terlebih dahulu untuk digunakan kembali jika membutuhkan dana untuk produksi dan promosi.

5. Disiplin Bayar Tagihan

Tagihan harus Anda bayar tepat waktu agar meminimalisir tagihan denda yang mungkin saja bisa didapatkan. Selalu catat tanggal bayar tagihan, buat ceklis untuk tagihan-tagihan yang sudah dibayarkan. Jika Anda harus mengeluarkan uang bisnis untuk membayar denda, coba bayangkan seberapa besar pendapatan yang dipotong karena biaya denda ini?

6. Perhatikan Baik-baik saat Buka Toko Offline

Jika Anda berencana membuka tofo offline sebagai bentuk ekspansi bisnis, maka sebaiknya pertimbangan dengan bijaksana. Umumnya, saat membuka cabang atau toko offline, Anda butuh dana yang cukup banyak sehingga kontrol keuangan bisnis harus dikendalikan dengan baik. Anda pastinya tidak ingin bukan toko offline tutup pada akhirnya karena ada banyak kendala yang terjadi di lapangan?

7. Mencari Pinjaman Bisa Jadi Pilihan

Jika Anda merasa perlu untuk melakukan pinjaman untuk usaha, mengapa tidak coba pertimbangkan beberapa hal. Misalnya, Fintech untuk pinjaman modal haruslah yang berizin OJK, pinjaman modal memiliki suku bunga rendah, pinjaman juga harus terpercaya sehingga kedepannya Anda tidak akan merasa dirugikan.

Beberapa bisnis UMKM juga melakukan pinjaman sebagai modal usaha. Hal ini wajar adanya karena memang dalam menjalankan bisnis sudah pasti Anda membutuhkan modal yang besar untuk bisnis yang besar.

Baca Juga: Kawal Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya, KKP Siapkan Pengawas Perikanan Andal

(FDA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini