Share

5 Kesalahpahaman Tentang Kucing yang Wajib Diketahui

Syifa Fauziah, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2022 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 56 2645803 5-kesalahpahaman-tentang-kucing-yang-wajib-diketahui-PhcsBD627l.jpg 5 kesalahpahaman tentang kucing yang wajib diketahui (Foto: Instagram/@yokohamacats)

JAKARTA - Kucing merupakan salah satu hewan yang kerap jadi peliharaan banyak orang di seluruh dunia. Namun, hingga sekarang ada kesalahpahaman tentang mamalia ini yang tidak disadari.

Dilansir dari Mentalfloss, Kamis (11/8/2022), menariknya ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa manusia telah hidup bersama kucing sekitar 12 ribu tahun yang lalu.

Kendati kucing merupakan hewan yang sering dipelihara oleh masyarakat, tetapi banyak kesalahpahaman tentang kucing yang salah diartikan oleh manusia.

Berikut sidikitnya lima kesalahanpahaman tentang kucing, apa saja? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Kucing berkomunikasi satu sama lain dengan mengeong

Kesalahpahaman tentang kucing yang pertama adalah kebanyakan manusia mendengar kucing mengeong dianggap wajar karena itu cara kucing berkomunikasi dengan sesama kucing. Rupanya mengeong sebenarnya adalah bagian yang cukup cerdik dari penjinakan diri kucing.

Kucing dewasa tidak mengeong satu sama lain kecuali saat musim kawain. Anak kucing mengeong pada induknya, tetapi itu berhenti di masa dewasa.

Kucing biasanya berkomunikasi satu sama lain menggunakan indra penciumannya, seringkali dengan menggosokkan benda atau menandai area dengan urinnya.

Mereka juga menggunakan isyarat fisik, seperti posisi ekor, untuk berkomunikasi. Posisi "mengekor" pada dasarnya adalah versi kucing untuk mengangguk ke teman sebayanya, menunjukkan niat ramah dan sering kali mengarah ke salam fisik.

Kucing sebenarnya mengeong untuk berbicara dengan manusianya. Setelah kucing menjinakkan diri mereka sendiri sejak ribuan tahun yang lalu.

Mereka akhirnya menyadari bahwa mengeong adalah cara yang bagus untuk menarik perhatian orang dan untuk memanipulasi kita agar melakukan apa yang mereka inginkan.

2. Mendengkur sama dengan kebahagiaan

Jika Anda mengelus kucing dan dia mendengkur tanpa henti, itu tidak berarti dia bahagia. Berlawanan dengan kepercayaan umum, kucing mendengkur karena berbagai alasan.

Mereka mungkin lapar atau stres atau tidak enak badan. Jadi, jika kucing Anda mulai mendengkur dalam perjalanan ke dokter hewan, Anda dapat berasumsi bahwa ia tidak jatuh cinta dengan jadwal vaksinasi rutinnya.

Menurut satu teori, kucing sebenarnya bisa mendengkur untuk meningkatkan kepadatan tulang mereka , dan mungkin untuk membantu memperbaiki tulang.

Diperkirakan bahwa getaran yang rendah dan stabil membantu merangsang otot dan tulang mereka tanpa menghabiskan terlalu banyak energi pada kucing.

3. Semua kucing aktif di malam hari

Banyak orang yang beranggapan kucing aktif saat malam hari. Mereka biasanya menyenggol tubuh Anda untuk meminta makan. Namun sebenarnya kucing paling aktif di waktu sore dan pagi hari.

Zaman dahulu, kucing di padang pasir akan berburu menangkap mangsa sambi menghindari terik Matahari.

Tetapi penelitian terbaru tentang kucing dalam ruangan menemukan bahwa mereka memiliki aktivitas yang lebih sedikit di siang dan malam hari, dan lebih banyak di pagi dan sore hari, menunjukkan bahwa mereka sendiri cenderung krepuskular.

4. Kucing berbahaya bagi bayi yang baru lahir

Kesalahpahaman tentang kucing lainnya adalah hewan tersebut berbahaya bagi bayi. Kucing dianggap sering mengambil posisi bayi, seperti tempat tidur.

Para orang tua khawatir saat bayi berada di tempat tidur bayi akan membuat tanpa sengaja menindih bayi. Namun tidak perlu khawatir, kucing tidak akan melakukan hal itu.

5. Kucing tidak peduli dengan manusia

Kesalahpahaman tentang kucing yang terakhir adalah hewan mamalia itu sering dipandang sebagai makhluk berhati dingin yang tidak mampu memberi pemiliknya cinta dan kasih sayang seperti seekor anjing.

Tetapi terlepas dari apa yang mungkin diklaim oleh pembenci kucing dalam hidup Anda, kucing tetap terikat pada pemiliknya.

Dan bukan hanya karena mereka tahu Anda akan membuka sekaleng makanan, banyak kucing benar-benar melihat pemiliknya sebagai bagian dari keluarga mereka, karena sebagian besar kucing liar adalah hewan soliter.

Kucing memang tidak menyambut Anda saat pulang ke rumah seperti anjing, tapi kucing memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan perasaannya terhadap manusia.

Itu dia kesalahpahaman tentang kucing yang perlu Anda tahu. Semoga bermanfaat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini