Share

Keberadaan AI Dinilai Berpotensi Cegah Penipuan di Sistem Perbankan Digital

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 54 2646806 keberadaan-ai-dinilai-berpotensi-cegah-penipuan-di-sistem-perbankan-digital-2Y7sE0LCuu.jpg Keberadaan AI dinilai berpotensi cegah penipuan di sistem perbankan digital (Foto: Getty Images)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah menjadikan layanan digital terus berkembang termasuk sektor perbankan. Kini, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai berpotensi dapat mencegah penipuan di sistem perbankan.

"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menerapkan solusi bisnis yang lebih sederhana dengan bantuan AI," kata Country Manager Advance.ai, Ronald F.Molenaar, dikutip dari Antara, Jumat (12/8/2022).

Ronald menyampaikan, perbankan digital akan semakin gencar di masa depan karena meningkatnya preferensi publik untuk mengakses layanan perbankan melalui ponsel, serta adanya tuntutan sebuah sistem pembayaran digital yang praktis.

Kendati demikian, Ronald menambahkan bahwa sistem pembayaran ini juga harus dilengkapi dengan langkah-langkah keamanan online yang lebih kokoh, dan hal tersebut dapat terwujud dengan memanfaatkan machine learning untuk menganalisis kelayakan kredit.

Jika berkaca dengan agenda prioritas sektor keuangan di dalam Presidensi G20 Indonesia yaitu meningkatkan inklusi keuangan digital dan keuangan UMKM maka diharapkan pemanfaatan teknologi seperti AI bisa membantu perbankan digital bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.

Salah satu pemanfaatan AI di sistem perbankan digital yang mempermudah layanan ialah proses verifikasi digital.

Tidak hanya membantu proses verifikasi, pemanfaatan AI bahkan sebenarnya bisa membantu proses pengajuan layanan perbankan yang lebih kompleks seperti layanan pinjaman.

Dengan memanfaatkan AI secara tepat maka perbankan bisa secara digital mengukur risiko seseorang dan bisa mengkategorikan, mencocokkan jenis dan jangka waktu pinjaman dengan lebih efisien.

Sekarang, banyak perusahaan yang bisa jadi pilihan untuk mendukung proses tersebut, terutama yang mengembangkan solusi platform berbasis AI dengan klaim mampu memverifikasi data secara digital, memitigasi penipuan, hingga melakukan pengenalan dokumen identitas secara efisien dengan bermodalkan gawai pengguna layanan.

“Verifikasi identitas secara digital dan teknologi manajemen risiko akan dapat mendukung bank, entitas tekfin, dan perusahaan multi-finance untuk bisa secara digital menerima nasabah dan pelaku UMKM baru, serta menilai risiko dan kelayakan kredit dari segmen-segmen tersebut, yang banyak di antaranya tidak mempunyai profil kredit lengkap,” ujar Ronald.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini