Share

Hujan Meteor Perseid Berlangsung Besok dan Bisa Disaksikan di Indonesia

Christabel Reviana Kusuma Putri, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 56 2646733 hujan-meteor-perseid-berlangsung-besok-dan-bisa-disaksikan-di-indonesia-8iKXVh1mFn.jpg Hujan meteor perseid berlangsung besok dan bisa disaksikan di Indonesia (Foto: Unsplash)

JAKARTA - Puncak dari hujan meteor Perseid diprediksi akan terjadi pada tanggal 13-14 Agustus 2022. Fenomena ini, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Sebenarnya, apa itu Perseid? Dilansir dari Instagram Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jumat (12/8/2022), Perseid merupakan hujan meteor yang titik radiannya berasal dari konstelasi Perseus.

LAPAN menerangkan, intensitas maksimum hujan meteor ini sebesar 100 meteor/jam.

Faktanya, Perseid bersumber dari sisa debu komet 109P/Swifts-Tuttle. Kecepatan pada hujan meteor Persaid ini ditaksir dapat mencapai 212.400 km/jam.

Lantas, di mana sajak dapat menyaksikan fenonema alam yang satu ini? Hujan meteor Perseid dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia.

Tepatnya pada pukul 11 malam di Sabang (atau selintang) dan 1 malam di Pulau Rote (atau yang selintang) hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Apakah ada perbedaan apabila melihat fenomena ini dari tempat yang berbeda?

Dengan ketinggian maksimum titik radiant di Indonesia yang bervariasi antara 20,9 derajat (Pulau Rote) hingga 37,8 derajat (Sabang), intensitasnya akan berkurang menjadu 36 meteor/jam. (Pulau Rote atau yang selintang) hingga 61 meteor/jam (Sabang atau yang selintang).

Lalu, terdapat interfensi cahaya Bulan yang terletak di dekat zenith saat titik radian Perseid terbit, sehingga dapat menganggu pengamatan Perseid.

Meskipun demikian, Perseid tetap dapat diamati tanpa alat bantu optik (kecuali jika ingin mengabadikannya dalam bentuk citra maupun video).

Jika tertarik untuk mengamati fenomena ini, pastikan cuaca saat pengamatan cerah, bebas dari penghalang di sekitar medan pandang, dan bebas dari polusi cahaya.

Hal ini, dikarenakan tutupan awan dan skala Bortle (skala kecerlangan langit malam) berbanding terbalik dengan intensitas meteor.

Artinya, semakin besar tutupan awan dan skala Bortle, semakin berkurang intensitas meteornya.

Demikianlah informasi mengenai puncak hujan meteor Perseid yang bakal terjadi besok, 13-14 Agustus 2022 mendatang. Semoga bermanfaat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini