Share

Fenomena Hujan Es Terjang Kerinci, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 15 Agustus 2022 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 56 2648043 fenomena-hujan-es-terjang-kerinci-ini-penjelasan-ilmiahnya-qXmMqVRgh3.jpg Fenomena hujan es terjang Kerinci, ini penjelasan ilmiahnya (Foto: Bankrate)

JAKARTA - Fenomena hujan es dilaporkan sempat terjadi di wilayah Tebing Tinggi, Kec. Danau Kerinci, Kab. Kerinci, Jambi, pada Sabtu (13/8/2022).

Berdasarkan informasi yang beredar, selain hujan es, wilayah tersebut juga dihantam oleh angin kencang.

Lantas, mengapa hujan es bisa terjadi? Dirangkum dari berbagai sumber, simak penjelasan berikut ini.

Menurut laman Teknik Lingkungan Adhi Tama Institute of Technologi (ITATS), ada beberapa faktor yang menyebabkan hujan es.

Misalnya, karena ketersediaan energi potensial di udara, kelembaban udara yang cukup tinggi, serta udara lembab tersebut berada di bawah udara kering.

Hujan es sendiri, bisa terjadi di Indonesia karena wilayah ini memiliki kelembaban yang cukup tinggi, meskipun beriklim tropis.

Kemudian, hujan es juga bisa terjadi karena munculnya tumpukan awan cumulonimbus. Kemunculan awan tersebut, merupakan bagian dari siklus hidrologi.

Sementara itu, energi panas yang dipancarkan Matahari dapat membuat air laut mengalami penguapan. Uap air itu lalu naik ke atmosfer dan membentuk awan, kemudian pada ketinggian tertentu akan mencapai suhu yang sangat dingin.

Awan cumulonimbus terbentuk dari awan-awan kecil yang berkumpul dan berubah menjadi tumpukan awan yang tebal karena hembusan angin. Tumpukan awan tersebut berisi air, es, dan muatan listrik berupa petir.

Lantaran suhu yang dingin, butiran es cumulonimbus tidak mencair secara sempurna. Butiran es ini jatuh ke permukaan Bumi hingga kemudian disebut sebagai hujan es.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini