Share

Popularitas Facebook Merosot di Kalangan Remaja, Kenapa Bisa Terjadi?

Christabel Reviana Kusuma Putri, Jurnalis · Senin 15 Agustus 2022 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 57 2648322 popularitas-facebook-merosot-di-kalangan-remaja-kenapa-bisa-terjadi-R2K1byZ5JO.jpg Popularitas Facebook merosot di kalangan remaja, kenapa bisa terjadi? (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Survei terbaru mengungkapkan, popularitas Facebook merosot di kalangan remaja. Kenapa hal ini bisa dialami raksasa jejaring sosial di bawah payung Meta?

Diolah dari The Hill, Senin (15/8/2022), survei tersebut dilakukan oleh oleh Pew Resarch Center. Hasilnya menunjukan, jangkauan Facebook di kalangan remaja saat ini telah turun secara drastis dalam beberapa tahun terakhir ini.

Terutama, jika dibandingkan dengan pesaingnya, yakni TikTok. Dari beberapa remaja Amerika Serikat (AS) yang mengikuti survei, terdapat 67 persen remaja yang menyatakan, mereka mengakses TikTok, dan 16 persen di antaranya melaporkan, mereka menggunakannya secara terus-menerus.

Artinya, kemunculan TikTok sebagai pesaing Facebook telah berhasil merebut perhatian kalangan remaja dalam mengakses media sosial.

Sementara itu, terdapat 32 persen yang mengaku jika mereka menggunakan Facebook. Padahal, survei yang dilakukan sebelumnya pada tahun 2014 hingga 2015 menunjukkan terdapat 71 persen yang menggunakan Facebook.

Namun, data tambahan yang diperoleh memperlihatkan kalau Facebook tetap populer dikalangan orang dewasa. Banyak pula remaja yang diketahui menggunakan Instagram dan Snapchat sebagai media sosial pilihan mereka.

Kendati demikian, YouTube tetap menduduki peringkat pertama sebagai platform pilihan paling populer dengan 97 persen responden mengaku mereka menggunakannya.

Instagram, Snapchat dan TikTok menjadi pilihan bagi setidaknya 60 persen remaja sebagai media sosial pilihan mereka dan menggunakan masing-masing layanan tersebut.

Secara umum, media sosial telah menjadi soratan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak hal terjadi di media sosial, seperti gangguan makan, masalah kesehatan mental terhadap remaja, bahkan tempat berkembang biaknya diskriminasi secara online.

Diketahui pula bahwa gadis remaja cenderung lebih sulit untuk meninggalkan media sosial dibandingkan dengan anak laki-laki. Sekitar 25 persen anak laki-laki mengatakan, akan sangat mudah untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Dari data yang didapatkan dalam survei ini, mencerminkan penggunaan internet di antara kelompok usia secara keseluruhan. Saat ini, 97 persen remaja melaporkan menggunakan internet setiap hari dibandingkan 92 persen pada tahun 2014-2015.

โ€œPangsa remaja yang mengatakan bahwa mereka online hampir selalu meningkat secara kasar dua kali lipat sejak 2014-2015 (46% sekarang dan 24% kemudian),โ€ kata periset.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini