Share

Begini Skenario dan Waktu Terjadinya Kiamat Menurut Pakar Astronomi

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 16 Agustus 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 56 2649009 begini-skenario-dan-waktu-terjadinya-kiamat-menurut-pakar-astronomi-bxoYrF2MqD.JPG Begini skenario dan waktu terjadinya kiamat menurut pakar astronomi (Foto: NASA)

JAKARTA - Kiamat sering digambarkan sebagai peristiwa tumbukan asteroid atau komet yang sangat besar, dan dampaknya kemungkinan membunuh banyak atau semua makhluk di Bumi.

Diolah dari ScienceFocus, Selasa (16/8/2022), tetapi tabrakan asteroid atau komet dengan Bumi ini dinilai tidak akan memiliki energi untuk menghancurkan Bumi.

Hal ini, disampaikan oleh pakar astronomi radio dari Jodrell Bank Center for Astrophysics di University of Manchester, Dr Alastair Gunn. Bahkan, ledakan supernova yang kuat juga tidak akan terjadi dalam beberapa tahun cahaya.

Namun, ketidakstabilan orbit di Tata Surya pada akhirnya dapat menyebabkan tabrakan dahsyat antara Bumi dan salah satu planet terestrial lainnya – Merkurius, Venus, atau Mars.

Kendati demikian, menurut Alastair, kemungkinan itu terjadi hanya sekitar satu persen selama lima miliar tahun ke depan atau lebih.

Lantas, apa skenario yang paling mungkin untuk pemusnahan total Bumi atau kiamat? Ditelan Matahari saat berubah menjadi bintang 'raksasa merah'.

Ketika bahan bakar termonuklir Matahari, yakni hidrogen, menipis di intinya, selubung luarnya akan mulai mengembang. Dalam fase evolusi ini, Matahari akan kehilangan massa dalam jumlah yang signifikan, yang berarti orbit Bumi juga akan meluas.

Kendati demikian, teori saat ini menunjukkan orbit baru tidak akan cukup besar bagi Bumi untuk menghindari interaksi dengan atmosfer bawah Matahari yang mengembang.

Ini berarti Bumi kemungkinan masih akan diuapkan oleh bintang yang sedang tumbuh.

"Tetapi jangan khawatir, kehancuran Bumi yang menghanguskan ini masih jauh: sekitar 7,59 miliar tahun di masa depan, menurut beberapa perhitungan," kata Alastair,

Menurutnya, jika Bumi entah bagaimana bisa bertahan dan tetap mengorbit di sekitar Matahari raksasa merah yang membengkak, peluruhan orbit alami Bumi berarti akan bergabung dengan sisa-sisa Matahari yang mati.

"Akhirnya, nasib ini akan terjadi dalam waktu sekitar 100 miliar miliar tahun. Tidak buruk mengingat Alam Semesta baru berusia sekitar 13 miliar tahun sekarang," ujar dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini