Share

Penyebab 5 Peristiwa Kepunahan Massal di Bumi, dan Bakal Terjadi Lagi, Apakah Kiamat?

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 17 Agustus 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 56 2649120 penyebab-5-peristiwa-kepunahan-massal-di-bumi-dan-bakal-terjadi-lagi-apakah-kiamat-7f6rCKBFPe.jpg Penyebab 5 peristiwa kepunahan massal di Bumi, dan bakal terjadi lagi, apakah kiamat? (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bumi telah mengalami lima peristiwa kepunahan massal, dan salah satunya, Kepunahan Permian di mana diyakini sebagai yang terbesar. Peristiwa kepunahan besar ini menandai garis antara periode Permian dan periode Trias.

Para ilmuwan percaya bahwa mereka mungkin telah menemukan penyebab peristiwa Kepunahan Permian tersebut, yaitu pemanasan global yang disebabkan oleh letusan gunung berapi antara 256 dan 252 juta tahun yang lalu di tempat yang sekarang menjadi pantai timur Australia.

Meski para ilmuwan menyadari peristiwa kepunahan disebabkan oleh pemanasan planet, tetapi mereka tidak yakin apa yang menyebabkannya.

Teori yang berlaku adalah letusan gunung berapi di tempat yang sekarang disebut Siberia, tetapi ada bukti jika Bumi telah menghangat 6 - 8C pada saat gunung berapi Siberia mulai memuntahkan magma selama dua juta tahun.

Bukti telah ditemukan di wilayah New England di New South Wales, Australia, sebuah gunung berapi super besar (supervolcano), mirip dengan yang ditemukan di Yellowstone Park di Amerika Serikat (AS) dan Taupo, Selandia Baru.

Gunung itu meletus, memuntahkan 150.000 km3 material vulkanik mengisi atmosfer dengan gas rumah kaca dan menutupi seluruh pantai timur Australia dengan abu yang tebal di beberapa tempat.

Sebagai gambaran, letusan Gunung Vesuvius tahun 79 M yang menghancurkan kota Romawi Pompeii dan menyimpannya dalam abu hanya mengeluarkan 3 - 4 km3 material vulkanik.

Sementara letusan Gunung St. Helens 1980 menewaskan 57 orang dan merupakan letusan paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat, hanya mengeluarkan 1 km3 material vulkanik.

Para ilmuwan, yang mempublikasikan temuan mereka di jurnal Nature, percaya kalau gunung berapi Siberia memperburuk bencana yang sudah dimulai oleh gunung berapi di Australia, demikian diwartakan Sputnik.

Perlu dicatat, pada masa ini Bumi adalah tempat yang jauh berbeda. Hampir setiap daratan terhubung, termasuk yang sekarang disebut Australia dan Siberia, di superbenua yang dikenal sebagai Pangaea.

Meski peristiwa kepunahan yang membunuh dinosaurus pada akhir periode Jurassic 65 juta tahun yang lalu adalah yang paling terkenal, Kepunahan Permian, jauh lebih buruk dan hampir mengakhiri kehidupan di planet ini sepenuhnya.

Setelah peristiwa vulkanik Australia dan Siberia, suhu Bumi terus meningkat, hingga 10C di darat dan 8C di permukaan laut. Hal ini menyebabkan kematian hampir semua pohon di Bumi dan membunuh 95% kehidupan laut dan 70% spesies darat.

Satu-satunya kerajaan non-mikrobiologis yang berhasil bertahan adalah jamur, yang tumbuh subur dari bahan organik mati yang tertinggal dari tumbuhan dan hewan yang mati dalam jumlah besar.

Beberapa ilmuwan percaya kita hidup melalui peristiwa kepunahan massal keenam sekarang, yang disebut kepunahan Holosen. Ini dimulai 10.000 tahun yang lalu, tetapi diyakini aktivitas manusia mempercepatnya melalui polusi dan perusakan habitat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini