Share

Studi Ungkap 5 Miliar Orang Akan Mati Kelaparan Jika Perang Nuklir Terjadi

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 17 Agustus 2022 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 56 2649443 studi-ungkap-5-miliar-orang-akan-mati-kelaparan-jika-perang-nuklir-terjadi-eXwVYHSy86.jpg Studi ungkap 5 miliar orang akan mati kelaparan jika perang nuklir terjadi (Foto: Getty Images)

JAKARTA - Studi terbaru mengungkapkan, perang nuklir antara Rusia, Amerika Serikat, dan Inggris akan memusnahkan populasi global jika memang nantinya bakal pecah.

Perang nuklir akan menghancurkan sebagian besar wilayah Inggris jika Rusia menarik pelatuknya, dan akan membinasakan setidaknya 5 miliar orang karena kelaparan setelah konflik nuklir.

Para penelit menyebut negara-negara yang paling kuat bertahan dari kejatuhan adalah Australia dan Argentina. Sementara Inggris bakal menjadi korban terparah karena 90 persen warganya akan mati kelaparan.

"Semua orang mengerti bahwa efek langsung dari perang nuklir akan mengerikan, seperti yang kita lihat di Hiroshima dan Nagasaki," kata Profesor Alan Robock dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Food.

“Pekerjaan kami menunjukkan bahwa lebih dari sepuluh kali lebih banyak orang dapat meninggal di seluruh dunia karena dampaknya terhadap iklim dan pertanian," tambahnya.

Badai api akibat ledakan nuklir akan akan melepaskan jelaga ke atmosfer bagian atas yang akan menghalangi sinar matahari masuk ke bumi. Itu artinya gagal panen dan kejatuhan pertanian akan terjadi di sebagian besar dunia.

Sementara Australia, Argentina dan sebagian besar Afrika tengah akan mampu mempertahankan keluaran kalori dari pertanian setelah konflik karena mereka telah menanam tanaman yang lebih tahan perubahan iklim.

Misalnya, gandum dalam jumlah besar dapat membantu negara-negara ini serta fakta bahwa mereka memiliki populasi yang rendah untuk didukung.

"Masih akan ada cukup produksi dalam negeri untuk mereka, tetapi Anda dapat membayangkan akan ada armada pengungsi kelaparan dari Asia dalam perjalanan mereka ke sana," kata Profesor Robock.

Untuk diketahui, Inggris adalah salah satu negara dengan kemampuan nuklir terbesar. Dan kemungkinan akan terlibat dalam baku tembak dengan Rusia, jika Putin memanfaatkan ancaman nuklir.

Sembilan negara, termasuk Inggris, saat ini menguasai lebih dari 13.000 senjata nuklir. Sedangkan Rusia memiliki Topol (SS-25) yang dapat membunuh hampir 1 juta orang dan melukai 2,2 juta lainnya.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini