Share

17 Juta Data Pelanggan PLN Dijual Hacker, Kominfo: Sedang Dalami Kasus

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 54 2650604 17-juta-data-pelanggan-pln-dijual-hacker-kominfo-sedang-dalami-kasus-iyf3e4fiDh.jpg 17 juta data pelanggan PLN dijual hacker, Kominfo: sedang dalami kasus (Foto: Reuters)

JAKARTA - 17 juta data pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilaporkan bocor dan dijual peretas (hacker) di darkweb. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku sedang mendalami kasus tersebut.

Juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, mengatakan pihaknya masih menelusuri dan mendalami lebih lanjut dugaan kebocoran data pengguna PLN yang beredar di internet.

"Setelah mendapatkan berita itu, kami langsung melakukan pengecekan. Jadi, saat ini Kominfo sedang mendalami terkait dugaan kebocoran data itu, dan nanti kami akan sampaikan jika sudah ada hasil atau temuan sementara dari dugaan kebocoran data itu," kata Dedy, dikutip dari Antara, Jumat (19/8/2022).

Saat ditanya soal kapan kira-kira Kominfo bisa memberikan informasi dan detail lebih lanjut atas dugaan kebocoran data tersebut, Dedy mengatakan pihaknya belum bisa mengira-kira waktu untuk mengumumkannya.

"Kita tidak bisa mengira-kira karena itu terkait dengan penelusuran atau investigasi dugaan kebocoran data yang sangat tergantung pada kompleksitas dari kebocoran data itu sendiri. Kami akan usahakan yang terbaik semoga segera setelah ini bisa kami informasikan ke teman-teman (wartawan)," ujar Dedy.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan Kementerian Kominfo juga akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti PLN hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Tentu (melakukan komunikasi), karena ini kasus dugaan kebocoran data pribadi, kita akan koordinasi dengan BSSN dan PLN, dan kita upayakan hari ini berkomunikasi dengan mereka," ujar Dedy.

Sebelumnya, pengguna internet di Twitter melaporkan adanya dugaan penjualan lebih dari 17 juta data pelanggan PLN.

Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan, menunjukkan laman web breached.to dengan akun bernama "loliyta", yang mengklaim menjual data pengguna PLN.

Mengutip laman tersebut, beberapa data pelanggan PLN yang diklaim dijual di antaranya ID lapangan, ID pelanggan, nama pelanggan, tipe energi, KWH, alamat rumah, nomor meteran, tipe meteran, hingga nama unit UPI.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini