Share

Pendekatan dengan Anjing Melalui Pemberian Makanan, Apakah Berpengaruh?

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 57 2650749 pendekatan-dengan-anjing-melalui-pemberian-makanan-apakah-berpengaruh-tk3ygyaVsJ.jpg Pendekatan dengan anjing melalui pemberian makanan, apakah berpengaruh? (Foto: Unsplash)

JAKARTA - Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang menggemaskan. Tidak heran, meskipun peliharaan milik orang lain atau bahkan bertemu di sekitar, naluri untuk ingin memberinya makan mungkin muncul agar bisa lebih dekat dengannya.

Dilansir dari Metro, Jumat (19/8/2022), tetapi, sebuah penelitian menunjukkan, ternyata anjing tidak dapat mengenali manusia berdasarkan bentuk kebaikan yang diberikan seperti saat memberi mereka makan.

Menarik perhatian anjing dengan memberikan sekantong makanan bukan merupakan cara yang tepat, setelah para ilmuwan mengamati perilaku anjing terhadap manusia yang mendekati atau memberi makanan ke mereka.

Ahli perilaku hewan dari University of Veterinary Medicine Vienna melakukan penelitian, tujuannya untuk melihat apakah anjing akan mendekati manusia atau pemiliknya yang baik hati atau justru manusia yang egois alias pelit untuk memberi mereka makanan.

Hasilnya, cukup terbilang aneh. Pasalnya, anjing ternyata tidak menunjukkan preferensi terhadap manusia yang 'dermawan' atau yang 'egois'.

Sekelompok sembilan anjing serigala dan enam anjing biasa diamati untuk melihat apakah mereka dapat membentuk reputasi manusia dalam situasi pemberian makanan.

"Kami menemukan bahwa anjing serigala dan anjing biasa di tingkat kelompok, tidak membedakan antara manusia yang baik hati atau egois setelah pengalaman tidak langsung atau langsung," kata para peneliti.

Hal inim karena anjing tidak dapat mengingat sifat kebaikan dan kemurahan hati pada manusia, sehingga tidak memiliki konsep pemberian respons atau timbal balik.

Namun, para peneliti menemukan bahwa anjing serigala memiliki perhatian lebih terhadap orang yang baik dan murah hati, sementara beberapa anjing biasa maupun anjing serigala lebih memilih manusia yang baik hati dalam kasus tertentu.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Plos One menyimpulkan, pembentukan reputasi manusia mungkin lebih sulit untuk diharapkan dari seekor hewan, dan justru mempertanyakan kemustahilan tersebut.

Di antara hewan yang hidup berkelompok, membentuk perilaku individu dapat memainkan peran penting dalam kerjasama.

Beberapa penelitian mengatakan, anjing bekerja sama dengan manusia, karena mereka dapat membentuk pemahaman tentang perilaku mereka dengan mengamati mereka berinteraksi dengan orang lain.

Para peneliti menguji kemampuan ini untuk melihat apakah itu telah berevolusi selama domestikasi atau sudah ada sejak nenek moyang mereka.

Studi sebelumnya telah menemukan, anjing menghabiskan lebih banyak waktu secara signifikan dekat dengan manusia yang 'baik', yang ramah, dan suka bermain-main dengan anjing, daripada manusia yang 'mengabaikannya'.

Eksperimen dua fase di Wolf Science Center di Austria melibatkan hewan yang mengamati interaksi antara dua manusia dan seekor anjing, di mana manusia 'dermawan' memberi makan anjing dan manusia 'egois' tidak memberi mereka makanan.

Setelah itu, hewan menunjukkan apakah mereka telah membentuk perilaku manusia dengan memilih yang mana dari dua manusia yang akan didekati.

Fase kedua, apakah setiap hewan membentuk perilaku setelah berinteraksi langsung dengan manusia, yang memberi mereka makan atau tidak memberi makanan.

Analisis statistik dari hasil penelitian menunjukkan, majikan yang murah hati tidak memiliki reputasi yang lebih baik dengan anjing biasa ataupun anjing serigala.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini