Share

Jumlah Balon Udara di Bumi Tersisa 25, Ini Alasannya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Sabtu 20 Agustus 2022 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 20 56 2651155 jumlah-balon-udara-di-bumi-tersisa-25-ini-alasannya-GPlvnoOsso.jpg Jumlah balon udara di Bumi tersisa 25, ini alasannya (Foto: Goodyear Blimps)

JAKARTA - Balon udara memulai debutnya pada tahun 1852, kala itu keberadaannya dipuji sebagai masa depan untuk transportasi demi sebuah perjalanan.

Dilansir dari Mental Floss, Sabtu (20/8/2022), balon udara berisi gas untuk mengapung di atas tanah dan mesin untuk menempuh jarak yang sangat jauh, terlepas dari arah mana angin bertiup.

Dalam beberapa dekade, mereka digunakan untuk penerbangan penumpang dan operasi militer. Tetapi, hari ini keberadaannya berada dalam posisi yang juah berbeda.

Menurut Reader's Digest, hanya ada 25 balon udara yang tersisa pada 2022, dan kira-kira hanya setengahnya yang digunakan. Alih-alih untuk perjalanan mewah di seluruh dunia, balon hari ini terutama digunakan untuk iklan dan fotografi udara.

Lalu, bagaimana keberadaan balon udara itu berubah dari inovasi futuristik menjadi barang antik yang langka?

Kejatuhan terbesar balon udara adalah inefisiensi. Mayoritas curahnya dicadangkan untuk helium, menyisakan ruang terbatas untuk kargo dan penumpang. Belum lagi, mengangkut dengan kecepatan yang relatif lambat.

Menurut Guinness World Records, balon udara zeppelin kaku yang dibuat oleh AS dan Jerman pada 1930-an mencapai kecepatan tertinggi 140 kmh. Sebagai perbandingan, pesawat telah melewati batas 321 kmh saat ini.

Keamanan menjadi perhatian lain. Banyak balon udara yang digunakan pada awal abad ke-20 diisi dengan gas hidrogen yang sangat mudah terbakar daripada helium, yang membuat setiap kecelakaan berpotensi menjadi bencana.

Dunia menyaksikan ini ketika Hindenburg jatuh dan meledak di New Jersey pada 6 Mei 1937, mempercepat penurunan eksistensinya sebagai inovasi.

Meskipun keberadaan pesawat pada akhirnya mendorong balon udara keluar dari ruang militer dan komersial, beberapa di antaranya masih dapat terlihat di langit hari ini.

Balon udara mungkin tidak praktis untuk penerbangan panjang, tetapi mereka bagus untuk melayang di satu area untuk waktu yang lama, itulah sebabnya mereka masih digunakan oleh perusahaan seperti Goodyear untuk iklan dan untuk syuting acara olahraga.

Namun, bahkan dalam konteks ini, balon menjadi lebih jarang. Drone dapat menangkap bidikan udara yang sama seperti balon udara, dan tidak memerlukan sekitar 8495 meter kubik helium yang mahal untuk melakukannya.

Jumlah balon udara yang digunakan kemungkinan akan menyusut lebih jauh di tahun-tahun mendatang, yang berarti balon udara yang bertahan bahkan lebih mungkin disalahartikan sebagai UFO

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini