Share

20 Juta Data Pelanggan Gojek Ikutan Bocor, Bagaimana Respons Perusahaan?

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2022 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 54 2652704 20-juta-data-pelanggan-gojek-ikutan-bocor-bagaimana-respons-perusahaan-Bg1UOJYgFn.JPG 20 juta data pelanggan Gojek bocor, bagaimana respons perusahaan? (Foto: Twitter)

JAKARTA - 20 juta Data pelanggan Gojek dikabarkan ikutan bocor dan dijual peretas (hacker) ke darkweb. Informasi ini, sempat beredar secara massif di Twitter.

Pantauan Okezone, kabar tersebut diungkap para pengguna Twitter pada Senin (22/8/2022) kemarin, banyak yang mengklaim bahwa 20 juta data pelanggan Gojek telah bocor.

"Setelah data IndiHome @TelkomIndonesia bocor, kini data Gojek @gojektech dijual di darkweb, tidak tanggung-tanggung si penjual klaim kalau ada 20 juta data pelanggan," tweet @eatmydata1***.

Diketahui, hacker yang memposting penjualan 20 juta data Gojek menggunakan username apocalypse99. Dalam gambar tangkapan layar yang beredar, penjualan tersebut diunggah pada Minggu (21/8/2022).

Adapun total ukuran file untuk data-data pelanggan Gojek yang dijual mencapai lebih dari 200GB.

Lalu, jenis data yang termasuk di dalamnya antara lain nama, dob, nomor telepon, kata sandi, data pemesanan makanan terakhir, data perjalanan terakhir, dan lainnya.

Kendati demikian, pihak Gojek membantah bahwa 20 juta lebih data pelanggannya telah bocor dan dijual oleh hacker di darkweb.

Deputy Chief Corporate Affairs Gojek, Audrey Petriny, mangatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Kami memastikan data seluruh pengguna aman, di mana Gojek menerapkan sistem keamanan data Gojek SHIELD yang diperkuat teknologi keamanan kelas dunia,” ujar Audrey dalam pernyataan resminya, dikutip Selasa (23/8/2022).

Audrey menyampaikan, Tim Information Security perusahaan telah melakukan penelusuran mendalam, dan tidak ditemukan adanya kebocoran data pengguna.

“Sejalan dengan ini, Gojek menegaskan kabar yang menyebut adanya data pengguna Gojek yang bocor adalah tidak benar atau hoaks,” tegas dia.

Sebelumnya, IndiHome juga dilaporkan mengalami hal serupa, di mana disebut 26 juta data pelanggan telah bocor.

Perusahaan plat merah itu, turut menyangkal informasi kebocoran data tersebut dan mengaku selalu menjaga keamanan data pelanggan, serta tidak pernah memperjualbelikan data pelanggan.

"Dapat dipastikan bahwa Telkom berkomitmen menjamin keamanan data pelanggan dengan sistem keamanan siber yang terintegrasi dan menjadikan hal tersebut sebagai prioritas utama," kata Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono, dikutip dari Antara, Senin (22/8/2022).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini