Share

Penelitian Ungkap Menyundul Bola Lebih Berbahaya Bagi Perempuan Dibandingkan Pria

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 26 Agustus 2022 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 26 56 2655143 penelitian-ungkap-menyundul-bola-lebih-berbahaya-bagi-perempuan-dibandingkan-pria-oO1T4fTVz8.jpg Penelitian ungkap menyundul bola lebih berbahaya bagi perempuan dibandingkan pria (Foto: iStock)

JAKARTA - Menyundul bola tampaknya lebih banyak merugikan perempuan dibandingkan pria. Penelitian baru-baru ini mengungkapkan, atlet perempuan cenderung menderita lebih banyak gejala daripada laki-laki setelah cedera otak.

Dilansir dari Science News for Student, Jumat (26/8/2022) Michael Lipton, seorang ahli pencitraan otak yang bekerja di Albert Einstein College of Medicine di New York City dan timnya melakukan penelitian dari 2013 hingga 2016.

Ia merekrut 98 pemain sepak bola dari tim amatir (termasuk tim kampus). Para pemain memperkirakan seberapa sering mereka menyundul bola pada tahun lalu.

Peneliti kemudian membandingkan pria dan perempuan yang telah melaporkan jumlah sundulan bola yang sama.

Lalu, mereka meneliti scan otak setiap pemain mencari tanda-tanda kerusakan mikroskopis. Mereka menggunakan jenis pemindaian yang dikenal sebagai pencitraan tensor difusi. Ini adalah bentuk pencitraan resonansi magnetik.

Jenis pemindaian MRI ini dapat menyoroti perubahan pada materi putih otak. Serat-serat ini, yang disebut akson, membawa sinyal-sinyal listrik dari sel-sel saraf di satu bagian otak ke bagian lain.

Jadi kerusakan pada materi putih berisiko membatasi seberapa baik otak bekerja.

Lebih lanjut, hasil scan menunjukkan kerusakan otak yang lebih luas pada para pemain perempuan.

Kalangan perempuan, pada delapan wilayah menunjukkan potensi kerusakan terkait dengan sundulan yang sering terjadi. Sedangkan, pada pria hanya tiga wilayah yang terkena dampak.

Secara keseluruhan, perubahan white-matter ini memengaruhi sekitar lima kali lebih banyak volume otak pada perempuan dibandingkan pada pria.

Perubahan otak yang dipelajari di sini pun tidak cukup besar untuk menyebabkan gejala gegar otak atau jenis kerusakan otak lainnya.

Namun, benturan berulang ke otak dapat berkontribusi pada kehilangan ingatan, depresi dan masalah lainnya.

Salah satu perhatian adalah Chronic traumatic encephalopathy (CTE), gangguan ini dapat berkembang pada pemain sepak bola, tentara, dan lainnya yang otaknya menderita trauma kepala berulang.

CTE dapat menyebabkan kebingungan, kesulitan mengingat hal-hal dan ledakan emosi. Kabarnya, perbedaan kepala dan leher antara wanita dan pria mungkin memainkan peran besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini