Share

Kamera Pertama Butuh Waktu 8 Jam untuk Memotret, Begini Sejarahnya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Minggu 28 Agustus 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 28 57 2655985 kamera-pertama-butuh-waktu-8-jam-untuk-memotret-begini-sejarahnya-HvfzQZ4InN.jpg Kamera pertama butuh waktu 8 jam untuk memotret, begini sejarahnya (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Mengabadikan sebuah momen dengan kamera menjadi salah satu aktivitas yang digemari oleh masyarakat. Sekarang, untuk memotret gambar tidak lagi repot dengan menggunakan perangkat khusus.

Teknologi smartphone membantu manusia untuk dengan mudah menjepret gambar hanya dengan langkah sederhana.

Meski kini masyarakat mampu menjepret gambar dengan mudah, tahukan Anda aktivitas tersebut mulanya hanya dapat dilakukan dalam waktu yang sangat lama?

Dikutip dari berbagai sumber, kamera pertama membutuhkan waktu setidaknya delapan jam untuk menjepret gambar. Foto pertama “Pemandangan dari Jendela di Le Gras” diambil oleh oleh Joseph Nicéphore Niépce pada tahun 1827.

Gambar itu memperlihatkan pemandangan dari jendela lantai atas di tanah milik Niépce, Le Gras di wilayah Burgundy di Prancis.

Joseph Nicéphore Niépce menjepret gambar tersebut dengan obscura kamera yang dipusatkan pada pelat timah 16,2 cm × 20,2 cm, yang dilapisi dengan aspal tipis alami yang disebut Bitumen Yudea.

Niepce meletakkan sebuah ukiran ke pelat logam yang dilapisi aspal, kemudian memaparkannya ke cahaya.

Bitumen tersebut mengeras di daerah yang terang, namun larut bahkan hanyut di daerah yang redup atau remang-remang, dengan campuran minyak lavender dan minyak putih.

Dibutuhkan exposure yang sangat lama pada kamera. Foto Niepce membutuhkan setidaknya delapan jam pemaparan cahaya untuk dijepret dan akan segera memudar.

Rekannya di Prancis, Louis Daguerre juga bereksperimen untuk menjepret gambar.

Namun, ia membutuhkan waktu belasan tahun lagi sebelum dirinya mampu mengurangi waktu pemaparan kurang dari 30 menit dan membiarkan gambar menghilang setelah proses tersebut.

Daguerre merupakan penemu proses praktis pertama fotografi. Pada 1829 ia bekerjasama dengan Niepce untuk memperbaiki proses yang telah dikembangkan Niepce.

Pada 1839, setelah beberapa tahun bereksperimen Daguerre mengembangkan metode fotografi yang lebih mudah dan efektif yang dijuluki dengan namanya sendiri.

Proses daguerreotype Daguerre dimulai dengan memperbaiki gambar ke selembar tembaga berlapis perak.

Dia kemudian memoles perak itu dan melapisinya dengan yodium, menciptakan permukaan yang sensitif terhadap cahaya. Lalu, dia meletakkan lapisan itu di kamera dan memaparkannya selama beberapa menit.

Setelah gambar itu dilukis oleh cahaya, Daguerre memandikan piring itu dengan larutan klorida perak. Proses ini menciptakan citra abadi yang tidak akan berubah jika terkena cahaya.

Pada 1839, putra Daguerre dan Niepce menjual hak daguerreotype tersebut kepada pemerintah Prancis dan menerbitkan buklet yang menjelaskan prosesnya.

Daguerreotype memperoleh popularitas dengan cepat. Pada 1850, ada lebih dari tujuh puluh studio daguerreotype yang berlokasi hanya di New York City.

Seiring waktu, teknologi kamera terus berkembang. Kini masyarakat tak lagi harus menggelontorkan uangnya khusus untuk perangkat penjepret gambar.

Beberapa perangkat teknologi seperti laptop, dan smartphone telah didukung oleh kamera yang memungkinan pengguna mengabadikan momen dalam waktu singkat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini