Share

Negara yang Bisa Bertahan Menurut Sains Jika Perang Nuklir Terjadi

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 29 Agustus 2022 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 29 56 2656717 negara-yang-bisa-bertahan-menurut-sains-jika-perang-nuklir-terjadi-EUNaYqoHt6.jpg Negara yang bisa bertahan menurut sains jika perang nuklir terjadi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sejumlah negara telah mempersenjatai dirinya dengan bom nuklir. Jika mereka menabuh genderang perang, maka dunia akan dilanda kelaparan massal.

Namun, menurut sains ada negara yang mampu bertahan dari efek dahsyat ini, negara mana saja? Berikut paparannya, seperti dilansir dari ScienceAlert, Senin (29/8/2022).

Perlu diketahui, ketika perang nuklir terjadi dunia akan langsung mengalami musim dingin yang disertai hujan debu. Para peneliti menyebut ini akan membuat pertanian dunia juga terdampak.

Menggunakan Model Sistem Bumi Komunitas Pusat Penelitian Atmosfer Nasional, para peneliti memprediksi bagaimana pola cuaca dapat berubah dengan penambahan jelaga dan debu yang bergejolak oleh ledakan nuklir.

Pada akhirnya akan berpengaruh juga pada hasil panen dan stok pakan dari laut. Setidaknya 5 miliar orang di seluruh dunia akan kelaparan secara perlahan selama dua tahun ke depan.

Namun untuk negara-negara yang lebih dekat ke khatulistiwa, perang nuklir ini tidak terlalu berdampak signifikan. Mereka hanya mengalami dampak pengurangan rata-rata kalori hanya kurang dari 10 persen.

Misalnya saja Australia, mereka masih bisa mendapatkan setidaknya setengah dari kalori mereka dari gandum. Simulasi yang dilakukan oleh para peneliti menemukan bahwa tanaman ini hanya akan terdampak sedikit saja.

Demikian juga pasokan makanan Selandia Baru, mereka dapat menghadapi dampak yang lebih kecil daripada negara-negara yang bergantung pada tanaman seperti beras.

"Jika skenario ini benar-benar terjadi, Australia dan Selandia Baru mungkin akan didatangi oleh para pengungsi dari Asia dan negara-negara lain yang mengalami kerawanan pangan," catat para penulis.

Kendati demikian, seperti yang dicatat oleh para peneliti, gejolak sosial politik yang terjadi juga pasti akan berdampak ke perekonomian, dan bukan tidak mungkin negara tersebut juga akan menjadi kacau.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini