Share

1,3 Miliar Data Pendaftaran Kartu SIM dari Kominfo Dijual ke Forum Hacker

Tangguh Yudha, Jurnalis · Kamis 01 September 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 01 54 2658882 1-3-miliar-data-pendaftaran-kartu-sim-dari-kominfo-dijual-ke-forum-hacker-xiKp6KFvR7.jpg 1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM dari Kominfo dijual ke forum hacker (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kasus kebocoran data kembali terjadi di Tanah Air. Kali ini menyangkut kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang beberapa tahun lalu mengeluarkan aturan registrasi nomor hp menggunakan NIK dan KK.

Lewat sebuah postingan Twitter pada Kamis (1/9/2022), pakar keamanan siber TeguhApriano (@secgron) melaporkan bahwa terjadi kebocoran data pribadi para pendaftar nomor hp dengan NIK dan KK yang dijual ke ke forum hacker BreachForums (breached.to).

Tidak tanggung-tanggung, jumlah kebocoran mencapai lebih dari 1,3 miliar data yang mencakup NIK, No HP, provider, tanggal registrasi, yang mana ukuran file utuhnya menyentuh 87 GB dengan format CSV.

"Tahun 2018 @kemkominfo memaksa kita utk melakukan registrasi nomor HP menggunakan NIK dan KK, dijanjikan akan terbebas dari spam. Terbebas dari spam tak didapat, kini data registrasi no HP (NIK, No HP, provider, tgl registrasi) sebanyak 1,3 miliar bocor & dijual #BlokirKominfo," cuit @secgron.

Jika dicermati, diketahui bahwa data dibagikan oleh pengguna BreachForums dengan nama akun Bjorka. Dalam postingannya, ia menuliskan bahwa data dikumpulkan dari periode pendaftaran dimulai dari 31 Oktober 2017.

Bjorka juga menerangkan bahwa data dikumpulkan dari periode pendaftaran dimulai dari 31 Oktober 2017. Tak ketinggalan ia juga membagikan sebanyak 2 juta sampel data yang bisa diunduh siapa saja secara gratis.

Diketahui operator yang tercantum di sampel data adalah Telkomsel, Indosat, Tri, XL dan Smartfren. Bjorka menyebut kegagalan untuk melakukannya pada akhir batas waktu pendaftaran akan menyebabkan penghentian sementara layanan untuk nomor ponsel.

Sayangnya hingga saat ini pihak Kominfo sendiri belum memberikan komentar. Yang jelas dugaan kebocoran data ini kembali menambah daftar hitam kasus kebocoran data di Indonesia.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini