Share

Ilmuwan Berhasil Pecahkan Misteri Keabadian Ubur-ubur Ini

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Sabtu 03 September 2022 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 03 56 2660186 ilmuwan-berhasil-pecahkan-misteri-keabadian-ubur-ubur-ini-OgcKVKdqqQ.jpg Ilmuwan berhasil pecahkan misteri keabadian ubur-ubur ini (Foto: iStock)

JAKARTA - Ubur-ubur dikenal sebagai hewan dengan tentakel yang panjang dan bisa menyegat makhluk lain yang menyentuhnya. Tetapi, tidak semua spesies ini sama, sebab salah satunya ada yang unik, bahkan dinilai abadi.

Belum lama ini, para ilmuwan di Spanyol telah menemukan kode genetik dari ubur-ubur abadi tersebut, yaitu berjenis Turritopsis dohrnii. Ubur-ubur ini memulai hidup melalui fase larva yang berulang-ulang.

Dilansir dari New York Times, Sabtu (3/9/2022), Turritopsis dohrnii tampaknya bisa membalikkan siklus hidupnya. Para ilmuwan menggambarkan bagaimana tahap perkembangan spesies ini, di mana ubur-ubur dewasa disebut medusa, dapat berubah bentuk menjadi polip, anakannya.

Fenomena ini disamakan dengan kupu-kupu, alih-alih mati, justru dapat berubah kembali menjadi ulat dan kemudian bermetamorfosis menjadi kupu-kupu dewasa sekali lagi. Proses dibalik transformasi luar biasa ubur-ubur ini disebut dengan transdiferensiasi dan sangat langka.

Pada umumnya, sebagai hewan mereka tunduk pada siklus hidup dan mati, tetapi spesies satu ini diketahui menyanggah hukum paling mendasar dari dunia alam.

Transdiferensiasi memprogram ulang sel-sel khusus medusa menjadi sel polip khusus yang memungkinkan ubur-ubur untuk tumbuh kembali. Turritopsis dohrni ini mungkin tidak pernah mati karena usia tua.

Turritopsis dohrnii merupakan spesies yang sensitif terhadap suhu, sehingga sulit untuk dipelihara di laboratorium untuk bahan penelitian.

Namun, terlepas dari tantangan tersebut, beberapa ilmuwan diketahui telah sukses melakukan penelitan tentang spesies ubur-ubur abadi ini.

Terlepas dari julukannya sebagai ubur-ubur abadi, Turritopsis dohrnii tidak benar-benar abadi. Seekor hewan dengan ukuran sekitar 4,5 milimeter sehingga mudah dimangsa oleh hewan lain atau mati dengan cara lain.

Kendati demikian, dengan kemampuannya dalam membalikkan proses penuaan, yaitu memprogram ulang sel-selnya dapat membantu mengembangkan pengobatan untuk beberapa penyakit manusia.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini