Share

Eropa Ingin Lahirkan Smartphone dan Laptop Anti Rusak untuk Kurangi Limbah Elektronik

Tangguh Yudha, Jurnalis · Sabtu 03 September 2022 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 03 57 2660166 eropa-ingin-lahirkan-smartphone-dan-laptop-anti-rusak-untuk-kurangi-limbah-elektronik-gmBax4MYay.jpg Eropa ingin lahirkan smartphone dan laptop anti rusak untuk kurangi limbah elektronik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan legislatif Uni Eropa mengusulkan aturan baru untuk membuat smartphone dan laptop yang bisa bertahan lebih lama atau anti rusak, tujuannya untuk mengurangi limbah elektronik.

Dilansir dari Engadget, Sabtu (3/9/2022), jika usulan disetujui dan menjadi kebijakan, maka negara-negara Eropa bakal memiliki gadget terkuat di dunia.

Gadget Eropa akan memiliki standar ketahanan tinggi, dirancang sekuat mungkin sehingga anti rusak. Ini dilakukan dengan tujuan mengurangi limbah elektronik yang saat ini sudah tidak terbendung.

Selain meminta produsen menaikan standar kualitas, Uni Eropa juga ingin mereka membuat setidaknya 15 jenis suku cadang secara berkelanjutan selama lima tahun, sejak smartphone atau laptop diluncurkan.

Ini mencakup baterai, layar, pengisi daya, penutup belakang, serta baki kartu SIM dan memori. Uni Eropa bahkan meminta agar baterai mampu bertahan setidaknya hingga 500 kali pengisian penuh sebelum kesehatan baterai turun di bawah 83 persen.

Dengan begitu, jika komponen perangkat rusak, masih bisa diperbaiki. Klnsumen tidak perlu lagi membeli perangkat baru, yang pada akhirnya akan mengurangi limbah gadget yang saat ini sudah di ambamg batas wajar.

Menurut sebuah penelitian, meningkatkan siklus hidup smartphone selama lima tahun sama dengan menghilangkan sekitar 5 juta mobil dari jalan dalam hal emisi.

Membuat ponsel dan tablet lebih dapat didaur ulang dan dapat diperbaiki akan mengurangi biaya konsumsi energi yang terkait dengan pembuatan dan penggunaannya hingga sepertiga kali lipat.

โ€œPotensi kelebihan produksi, pergudangan berikutnya, dan penghancuran suku cadang secara alami akan menghasilkan sumber daya yang terbuang, pengurangan efisiensi material, dan nilai ekonomi negatif yang pada akhirnya mengakibatkan biaya yang lebih tinggi bagi konsumen,โ€ kata Digital Europe, sebuah organisasi yang mewakili perusahaan teknologi dan kelompok perdagangan.

Namun demikian, beberapa produsen telepon berusaha untuk mendahului peraturan tersebut dengan menawarkan komponen dan alat kepada konsumen untuk memperbaiki sendiri perangkat mereka. Apple, Google dan Samsung semuanya mulai menjual suku cadang untuk ponsel dan produk lainnya.

Aturan yang diusulkan juga akan berdampak pada pembaruan perangkat lunak. Produsen harus terus memberikan pembaruan keamanan selama lima tahun setelah mereka berhenti menjual perangkat dan memberikan pembaruan fungsionalitas setidaknya selama tiga tahun.

Kembali pada bulan Juni, EC mengumumkan arahan agar USB-C menjadi standar pengisian daya untuk sebagian besar perangkat elektronik, termasuk semua ponsel, pada musim gugur 2024.

Beberapa perusahaan teknologi telah lama menentang langkah tersebut, terutama Apple, yang menggunakan pengisi daya Lightning untuk banyak perangkat portabelnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini