Share

Investigasi Kebocoran 1,3 Miliar Data Kartu SIM, Kominfo: 20% Data Valid

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 05 September 2022 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 54 2661054 investigasi-kebocoran-1-3-miliar-data-kartu-sim-kominfo-20-data-valid-xhOgLX7nGW.JPG Investigasi kebocoran 1,3 miliar data kartu SIM, Kominfo: 20% data valid (Foto: Okezone/Tangguh Yudha)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan rapat kordinasi dengan semua operator seluler, Dukcapil, BSSN, tim Cyber Crime Polri, serta Dirjen PPI.

Rapat tersebut, betujuan untuk melakukan investigasi terkait kebocoran 1,3 miliar data pendaftar kartu SIM. Dalam kesimpulannya, tidak semua data yang bocor itu valid.

"Dari hasil investigasi ada 15-20% data yang valid. Ada juga yang 9% aja, tergantung operator. Ini juga masih data sample," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam konferensi pers, Senin (5/9/2022).

"Kami sepakat untuk melakukan investigasi lebih mendalam lagi," tamnhanya.

Lebih lanjut, pria yang kerap disapa Semy itu mengaku, belum menemukan titik terang terkait dari mana asal hacker yang melakukan penyerangan.

Namun, ia meminta agar seluruh pihak bahu-membahu bekerja sama dalam menjaga keamanan data pribadi jangan sampai kebocoran kembali terjadi karena hal ini sudah masuk ke ranah hukum.

"Pihak operator bisa dikenakan denda dan perdata sementara hacker sanksi pidana. Tapi sejauh ini kami masih memberi waktu untuk mereka memperbaiki sistem. Yang perlu dilakukan adalah kesiapan pengumpulan data, karena di situ ada amanat, yaitu menjaga kramanan dan kerahasiaan," imbuhnya.

Sebelumnya, dilaporkan terjadi kebocoran 1,3 miliar data yang menyangkut pendaftar kartu SIM. Data mencakup NIK, No HP, provider, tgl registrasi, yang mana ukuran file utuhnya menyentuh 87 GB dengan format CSV.

Data dibagikan oleh hacker yang menamai dirinya sebagai Bjorka di forum BreachForums (breached.to).

Adapun operator yang tercantum di sampel data adalah Telkomsel, Indosat, Tri, XL dan Smartfren.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini