Share

5 Penyebab Kiamat yang Mungkin Terjadi di Masa Depan Menurut Para Ilmuwan

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 06 September 2022 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 56 2662166 5-penyebab-kiamat-yang-mungkin-terjadi-di-masa-depan-menurut-para-ilmuwan-ML6Dy4NaOo.jpg 5 penyebab kiamat yang mungkin terjadi di masa depan menurut para ilmuwan (Foto: iStock)

JAKARTA - Ada lima penyebab kiamat yang mungkin terjadi di masa depat menurut para ilmuwan, mulai dari kehancuran ekologis hingga krisis iklim.

Kiamat dinilai berpotensi terjadi dengan berbagai faktor. Saat ini, beberapa teknologi juga dianggap bisa mengakibatkan hancurnya Bumi.

Jika teknologi dan keadaan alam tidak dapat terkontrol dengan baik, bukan tidak mungkin kiamat terjadi lebih cepat. Berikut ini, lima penyebab kiamat menurut para ilmuwan, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Kehancuran Ekologis

Ekosistem dunia bergantung pada keseimbangan yang kini sudah mulai terganggu, seperti yang terlihat mulai dari krisis iklim hingga kepunahan jenis hewan.

Contoh dari gangguan ekosistem, salah satunya penurunan populasi lebah yang menyebabkan rendahnya penyerbukan pada tanaman. Hal ini, memiliki efek domino terhadap aspek lain, pada akhirnya bermuara pada kehancuran ekologis.

Kemudian, runtuhnya sistem ekologis akan menjerumuskan umat manusia ke dalam era kekacauan, dengan konsekuensi yang berpotensi kiamat.

2. Letusan Super Gunung Berapi

Sejumlah ilmuwan percaya, letusan gunung berapi super benar-benar dapat mengakhiri dunia. Tetapi, terdapat syarat agar letusan gunung berapi super dapat menyebabkan kiamat, yakni muntahan lava dan awan panas dahsyat, yang meliputi area sekitar 1.000 kilometer persegi.

Letusan gunung berapi dahsyat sendiri, tidak hanya menghancurkan sebagian besar permukaan Bumi, namun juga akan menimbulkan cukup banyak debu dan kotoran untuk mengaburkan Matahari dan mencemari Atmosfer.

3. Asteroid

NASA telah mendeteksi ada sekitar ribuan asteroid yang melewati Tata Surya . Ribuan Asteroid tersebut dapat berpotensi menghantam Bumi.

Para peneliti percaya, sekali setiap 20 juta tahun atau lebih, sebuah asteroid yang panjangnya melebihi lima kilometer membuat dampak pada Bumi.

Asteroid yang menghantam Bumi melepaskan energi yang setara dengan 100 ribu kali bom terbesar yang diledakkan oleh Manusia. Jenis tumbukan ini, bisa menghancurkan sebuah negara.

Jika mendarat di lautan, menciptakan gelombang pasang yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan menyapu sebagian besar daratan.

4. Perang Nuklir

Kendati perjanjian anti-nuklir setuju untuk mengurangi jumlah bom nuklir yang digunakan oleh pihak militer manapun, namun masih banyak negara memiliki hulu ledak nuklir untuk kepentingan pertahanan.

Rata-rata, masing-masing perangkat hulu ledak memiliki kekuatan ledakan 33.500 kiloton, lebih dari cukup untuk menghancurkan sebagian besar permukaan planet ini.

Tetapi, kemungkinan dampak radioaktif akan menghabisi umat manusia secara keseluruhan, menghancurkan kehidupan organik dan merusak persediaan air tawar di Bumi.

5. Krisis Iklim

Bumi saat ini sedang mengalami rekor suhu global terpanas, gelombang cuaca buruk, lapisan es yang mencair dan naiknya permukaan laut, hingga kekeringan

Semua gejala krisis iklim di atas sangat menakutkan dan telah mengakibatkan banyak penderitaan manusia, tetapi mungkin hasil yang paling menakutkan akan terjadi jika suhu global rata-rata naik 7 derajat Celcius.

Sekitar setengah dari populasi Bumi akan mengalami kondisi yang membuat fisiologi manusia tidak mungkin mendinginkan dirinya sendiri dengan berkeringat selama musim panas.

Selain itu, kondisi ini juga dapat membuat Amerika Serikat bagian Timur, sebagian China dan India sama sekali tidak dapat dihuni.

Kenaikan suhu global rata-rata 10 derajat celsius pada akhirnya akan membuat sebagian besar Bumi yang berpenduduk tidak dapat dihuni karena keterbatasan fisiologi manusia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini