Share

KPU Bantah 105 Juta Data Warga Bocor dan Bakal Usut Pelakunya

Tangguh Yudha, Jurnalis · Kamis 08 September 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 08 54 2663356 kpu-bantah-105-juta-data-warga-bocor-dan-bakal-usut-pelakunya-g6T5BPNv2Z.jpg KPU bantah 105 juta data warga bocor dan bakal usut pelakunya (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah kabar kebocoran data mereka di situs BreachForums. Menurut Kadiv Datin KPU, Betty Idroos, data yang bocor bukan bersumber dari pihaknya.

"KPU sudah melakukan pengecekan terhadap setiap isi dari elemen data di forum underground tersebut, dan menyatakan bahwa data tersebut bukan bersumber dari KPU," katanya, Kamis (8/9/2022).

Betty mengungkapkan, data yang dikelola KPU adalah data yang dijaga dari sisi otentitas, keamanan, dan kerahasiannya. Termasuk dalam hal ini, data pemilih. Ia pun mengaku akan bekerjasama tim siber polri untuk mengusut pelaku tersebut.

"Pengusutan dan penelusuran dilakukan baik dari sisi penjual ataupun orang yang dengan sengaja membuat seolah-olah merupakan data pemilih Pemilu 2019," terangnya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sebanyak 105 juta data warga yang dikelola KPU berhasil dicuri hacker Bjorka dan diunggah di BreachForum. Data mencakup NIK, Kartu Keluarga, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, gender, umur, dan data-data sensitif lainnya.

Dalam unggahan, ratusan juta data yang bocor diberi judul "Indonesia Citizenship Database From KPU 150M". Dijelaskan juga bahwa data utuh memiliki ukuran 20GB, dibobol pada September 2022, dan data disajikan dengan format CSV.

Bjorka pun turut memberikan data sample sebanyak 2 juta data yang bisa diunduh secara gratis. Dan di kolom keterangan, tak lupa akun yang juga mengunggah 1,3 miliar data pendaftar kartu SIM memberikan bandrol data seharga $5.000 atau Rp 74 juta.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini