Share

Kiamat Bisa Terjadi Jika Serangga Punah, Simak Penjelasan Ilmiahnya

Maryam Nurfauziah, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 56 2664506 kiamat-bisa-terjadi-jika-serangga-punah-simak-penjelasan-ilmiahnya-bL7cB3S4M6.jpg Kiamat bisa terjadi jika serangga punah, simak penjelasan ilmiahnya (Foto: Bridgeman Images)

JAKARTA - Jika serangga di Bumi punah, sepertinya kiamat akan terjadi. Mengapa hal tersebut punya keterkaitan? Simak selengkapnya berikut ini.

Diolah dari kanal YouTube Kok Bisa?, Sabtu (10/9/2022), serangga merupakan makhluk hidup yang kecil dan sering Anda temui di dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun jumlah serangga sangat banyak dan tidak terhitung, apakah kalian menyadari bahwa populasi serangga saat ini semakin menurun.

Contohnya, capung saat ini sudah jarang ditemui. Apa yang menyebabkan serangga punah? Benarkah jika mereka punah bakal terjadi kiamat?

Populasi serangga turun drastis disebabkan oleh habitat yang hilang karena pembangunan, pemakaian pestisida yang berlebihan, dan tentu saja krisis iklim yang semakin hari semakin tidak terkendali.

Semua hal tersebut, membuat tingkat kepunahan serangga delapan kali lebih tinggi dari mamalia, burung, atau reptil. Karena jumlah populasi terus menurun, diperkirakan semua serangga di dunia ini akan punah dalam kurun waktu 100 tahun lagi.

Kondisi inilah yang mengancam keselamatan makhluk hidup termasuk kita, manusia. Karena sebenarnya serangga memiliki peran yang sangat penting untuk kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia.

Faktanya, 75 persen tumbuhan membutuhkan serangga untuk proses penyerbukan. Tanpa serangga, 75 persen tumbuhan tidak akan bisa berkembang biak.

Bukan hanya itu, serangga juga menjadi makanan bagi beberapa hewan seperti burung, kelalawar, ikan, amfibi, dan kadal.

Jika serangga punah, maka rantai makanan makhluk hidup di dunia akan terputus. Ketika rantai makanan hancur, akan ada banyak makhluk hidup kelaparan, termasuk manusia.

Bencana kelaparan yang bakal terjadi karena hancurnya rantai makanan tersebut mungkin bisa diibaratkan sebagai efek domino.

Satu makhluk hidup kelaparan, maka makhluk hidup lain akan ikut kelaparan. Spesies predator lambat laun akan ikut punah, populasi hama tanaman juga akan semakin bertambah.

Hal tersebut, tentu akan membuat lingkungan di Bumi menjadi rusak. Tanah tandus di mana-mana karena tanaman tidak dapat bertahan hidup dan berkembang biak.

Bumi juga disebut-sebut akan berubah jadi kamar mayat karena tidak ada serangga yang mengurai bangkai makhluk hidup yang mati, termasuk hewan dan manusia.

Coba Anda bayangkan, bagaimana kondisi dunia ini jika bangkai makhluk hidup tidak terurai. Bisa jadi, kondisinya sama seperti adegan dalam film-film tentang kiamat.

Ketika hewan punah, tumbuhan juga ikut punah, tentu akan terjadi bencana kelaparan besar yang mengancam manusia. Jika makanan menjadi barang langka, bagaimana keberlanjutan hidup manusia dan hewan lainnya yang masih tersisa di Bumi ini?

Bukan tidak mungkin, punahnya serangga bisa mengawali punahnya seluruh makhluk hidup di Bumi ini atau kiamat, termasuk kita, manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini