Share

Ilmuwan Ciptakan Kecoak Cyborg Berteknologi Tenaga Surya

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 56 2664560 ilmuwan-ciptakan-kecoak-cyborg-berteknologi-tenaga-surya-XEyg1EkpYB.jpg Ilmuwan ciptakan kecoak cyborg berteknologi tenaga surya (Foto: RIKEN)

JAKARTA - Kecoak terkenal mampu bertahan dari perang nuklir, serangga ini juga menjadi inspirasi bagi sejumlah teknologi dalam beberapa tahun terakhir yang diadopsi para ilmuwan.

Dilansir dari Daily Mail, Sabtu (10/9/2022), para ilmuwan RIKEN Cluster for Pioneering Research (CPR) Jepang telah menciptakan kecoak cyborg yang dilengkapi ransel bertenaga surya.

Tim menggunakan kecoak ini dengan ransel khusus yang dipasang untuk mengontrol pergerakannya.

Meskipun terdengar seperti aneh kecoak dijadikan sebagai robot, kehadirannya dimaksudkan untuk memasuki ruang sempit atau berbahaya, tujuannya agar dapat mengontrol dan mengawasi lingkungan.

Para ilmuwan harus memasang beberapa komponen ke dalam paket kecil sehingga memungkinkan kecoa cyborg ini berjalan seperti layaknya kecoak umumnya. Ransel ini dilengkapi baterai polimer lithium dan modul nirkabel kontrol.

Dengan menggunakan modul kontrol nirkabel, kecoak cyborg ini dapat dikontrol dari jarak jauh dengan menerapkan stimulasi listrik ke area tubuhnya sehingga serangga dapat bergerak ke kanan dan ke kiri.

“Modul sel surya organik ultra tipis yang dipasang di tubuh mencapai output daya 17.2 mW, yang lebih dari 50 kali lebih besar daripada output daya perangkat pemanen energi canggih saat ini pada serangga hidup,” kata Kenjiro Fukuda.

Baterai yang diperlukan untuk mengirim dan menerima sinyal listrik perlu diisi, sehingga memungkinkan untuk membuat kabel ekstensi untuk port pengisi baterai.

Namun, tim RIKEN membuat versi yang lebih praktis agar tidak perlu kembali pada handler atau kabel ekstensi saat kehabisan daya.

Tim merancang tenaga surya yang dapat terus memastikan kecoa cyborg tetap terisi daya saat bekerja, solusinya dengan membuat ransel khusus yang dapat membawa modul nirkabel kontrol dan baterai polimer lithium yang dapat diisi ulang dengan rapi.

Alat tersebut, dicetak mesin 3D dengan polimer elastis dan ditempelkan pas dengan permukaaan melengkung kecoa Madagaskar atau Gromphadorhina portentosa.

Hal ini, memungkinkan perangkat elektronik terpasang secara stabil pada serangga selama lebih dari sebulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini