Share

Arkeolog Temukan Fosil yang Dicurigai Sebagai Vampir

Maryam Nurfauziah, Jurnalis · Senin 12 September 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 56 2665662 arkeolog-temukan-fosil-yang-dicurigai-sebagai-vampir-Y0TzRowBFl.jpeg Arkeolog temukan fosil yang dicurigai sebagai vampir (Foto: Miroslaw Blicharski/Aleksander Pozna)

JAKARTA - Tim arkeolog di Polandia telah menemukan fosil abad ke- 17 yang dicurigai sebagai vampir, ia terkubur dengan sabit yang menancap ke tanah di sekitar lehernya.

Diolah dari ExtremTech, Senin (12/9/2022), tim dari Universitas Nicholas Copernicus menemukan kerangka utuh seorang wanita dewasa yang di lehernya ada bilah sabit, dan sebuah gembok yang terdapat di jempol kaki kiri.

Kerangka itu, ditemukan selama penggalian di dekat kota Bydgoszcz. Wanita itu, telah dikubur oleh seseorang (atau sekelompok orang) yang mencurigai dia adalah vampir.

Adapun alasan sabit dan gembok ditempatkan di sana, yakni untuk melukai atau memutuskan kepalanya dengan sabit jika dia mulai bangkit dari kematian, dan gembok yang melambangkan ketidakmungkinan untuk kembali.

Gigi depan yang besar dan menonjol juga menunjukan penampilan wanita itu telah mengejutkan orang-orang di sekitarnya, sehingga mendorong orang-orang yang kejam atau percaya takhayul untuk menganggap bahwa dia adalah vampir atau penyihir.

Karena itulah, mereka terbiasa melabeli tetangga mereka sebagai makhluk gaib, sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, mereka akan mengubur pelaku kejahatan tersebut dengan mencegah kemungkinan mereka kembali.

Inilah sebabnya mengapa kita sering mengaitkan pembunuhan vampir sinematik dengan pasak kayu di jantung. Dalam budaya Jerman dan Slavia tertentu, vampir yang dicurigai akan dipenggal kepalanya sebelum dimakamkan.

Beberapa akan di kremasi, dipotong-potong, atau dikubur terbalik karena alasan yang sama. Namun, sabit yang diletakkan di atas leher adalah yang pertama untuk kuburan Polandia yang digali, bahkan yang berasal dari ratusan tahun yang lalu.

Kuburan itu, ditemukan ketika para arkeolog menemukan perhiasan, batu semi mulia, dan sisa-sisa pakaian sutra yang telah dikubur bersamanya.

Mereka juga kembali ke wilayah tersebut tahun ini, guna mencari artefak dari pemakaman abad ke-17 yang telah rusak selama bertahun-tahun akibat pertanian.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini