Share

Cambukan Tak Pengaruhi Cepat Lambatnya Kuda Berlari

Maryam Nurfauziah, Jurnalis · Selasa 13 September 2022 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 56 2666412 cambukan-tak-pengaruhi-cepat-lambatnya-kuda-berlari-seCl8lBzYy.jpg Cambukan tak pengaruhi cepat lambatnya kuda berlari (Foto: Racingfotos/Andy Watts)

JAKARTA - Kuda kerap dicambuk agar bisa berlari cepat, biasanya hal ini dilakukan dalam gelaran pacuan kuda. Tetapi, sebuah studi telah membuktikan hal tersebut tidak ada gunanya.

Sebagai hewan yang memiliki tenaga yang kuat, kuda sering dimanfaatkan untuk membantu meringankan pekerjaan manusia, bahkan dijadikan sebagai hewan tunggangan.

Selain untuk olahraga, kuda juga sering digunakan untuk kendaraan seperti delman. Namun, semua kegiatan berkuda itu kerap menggunakan cambukan yang dipercaya mempercepat larinya.

Dilansir dari Science Alert, Selasa (13/9/2022), ada sebuah studi yang menunjukan bahwa cambuk kuda tidak membuat mereka berlari lebih cepat atau lurus.

Studi ini, dilakukan oleh peneliti dari berbagai universitas, di mana dipimpin oleh Kirrilly Thompson dari University of South Australia, dan hasilnya penelitiannya terbit di jurnal Animals.

Thompson megatakan, penggunaan cambuk untuk mendorong kuda agar berlari lebih cepat dan lebih lurus telah terbukti menyakitkan dan berbahaya.

Maka dari itu, banyak peneliti yang ingin menentukan apakah penggunaan cambuk memengaruhi dinamika balapan.

Para peneliti juga membandingkan kinerja kuda pacuan dalam kondisi “bebas cambuk" dan "diizinkan mencambuk" di lingkungan balap nyata, untuk mengetahui apakah pencambukan membuat kuda lebih mudah dikemudikan, lebih aman dikendarai atau lebih mungkin untuk menang.

"Hasilnya menunjukkan, tidak ada perbedaan yang signifikan. Sederhananya, penggunaan cambuk tidak berdampak pada kemudi, keselamatan, atau kecepatan," ujar Thompson.

Berlawanan dengan kepercayaan lama, mencambuk kuda pacu tidak akan ada gunanya.

Selain tidak berpengaruh terhadap kecepatan kuda, memberikan cambukan kepada kuda terbukti berpotensi menyakitan dan berbahaya.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini