Share

Rekam Jejak Bjorka Retas Data Indonesia, Enggan Berhenti Meski Dibungkam

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 54 2667100 rekam-jejak-bjorka-retas-data-indonesia-enggan-berhenti-meski-dibungkam-I2wJkMjdIL.jpg Rekam jejak Bjorka retas data Indonesia, enggan berhenti meski dibungkam (Foto: BBC)

JAKARTA - Hacker Bjorka menjadi sorotan masyarakat Indonesia belakangan ini. Pasalnya, sudah mengacak-acak sederet data yang dikelola oleh banyak perusahaan, termasuk juga perusahaan plat merah milik Pemerintah.

Nama Bjorka pertama kali mencuat setelah ia membocorkan data milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), IndiHome, Komisi Pemilihan Umum, hingga 1,3 miliar data pendaftar kartu SIM.

Ia semakin tenar setelah menabuh genderang perang dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Rivalitas antara Bjorka dan Kominfo dimulai saat Kominfo dengan tegas meminta Bjorka untuk menghentikan aksinya. Saat itu Bjorka pun memberikan komentar pedas lewat situs hacker BreachForums dengan menyebut Kominfo Idiot.

Pesan balasan Bjorka berjudul "My Message to Indonesian Goverment" atau jika diterjemahkan artinya "Pesan Saya untuk Pemerintah Indonesia". Adapun isi pesan adalah "STOP BEING AN IDIOT" atau "BERHENTILAH MENJADI IDIOT".

Puncak peperangan Bjorka dengan Kominfo adalah saat data pribadi milik Menteri Kominfo, Johnny G. Plate diungkap. Adapun data mencakup nama, NIK, alamat lengkap, tempat tanggal lahir, agama, nama orangtua, hingga nomor telepon.

Bjorka semakin beringas menyerang Pemerintah setelah mendapat dukungan dari netizen Indonesia atas aksi-aksi yang ia lakukan.

Beberapa pejabat pun menjadi target sasarannya termasuk Menteri BUMN, Erick Thohir yang ia sebut tidak peka akan protes masyarakat terkait kenaikan BBM.

"Apa kabar pak @erickthohir? Anda harus bekerja daripada berkeliling melakukan hal-hal yang tidak penting.Percayalah, Anda tidak akan pernah menjadi presiden, jangan buang waktu Anda. Apakah kamu tidak peduli dengan harga bahan bakar saat ini?" ujar Bjorka lewat akun Twitter-nya.

Bjorka juga menyentil cucu Presiden Soekarno, Puan Maharani yang kini berkuasa di kursi DPR RI yang sempat-sempatnya merayakan ulang tahun di tengah-tengah masyarakat yang demo memprotes kenaikan BBM.

"Apa kabar Bu @puanmaharani_ri? Bagaimana rasanya merayakan ulang tahun ketika banyak orang memprotes harga BBM tepat di depan kantor Anda?" cuitnya.

Lalu, Bjorka juga turut menyerang Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Penyerangan dilakukan dalam bentuk pengungkapan data pribadi milik pria yang kerap disapa sebagai Menteri Segala Urusan itu mulai dari nama, NIK, alamat lengkap, tempat tanggal lahir, agama, hingga nomor telepon.

Tidak berhenti di situ, Bjorka juga menyentil Pemerintah Indonesia yang lamban dalam melakukan investigasi atas kasus kebocoran data yang ia lakukan. Ia pun dengan percaya diri mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia bingung untuk memulai dari mana.

"Tahukah Anda bahwa Anda dan semua orang tidak ada yang bisa melakukan ini? Karena sudah 21 hari sejak kebocoran pertama saya. dan Anda semua masih bingung harus mulai dari mana," kata Bjorka.

Setelah banyak melontarkan cuitan, Bjorka akhirnya dibungkam. Akun Twitter pertama Bjorka pun akhirnya disuspend. Ia lantas membuat akun Twitter lagi dan menegaskan bahwa ia tidak akan berhenti melancarkan aksinya sampai sini.

Kepada pemerintah Indonesia, Bjorka mengatakan, "ya pemerintah Indonesia baru saja menutup akun twitter saya dan saluran saya sebelumnya di telegram. Tetapi ini tidak akan berhenti."

Bjorka sendiri diketahui telah berjanji akan mengungkap data-data penting lain milik Pemerintah Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini