Share

Mahfud MD Sebut Serangan Hacker Bjorka Tak Berbahaya

Fadli Ramdan, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 54 2667273 mahfud-md-sebut-serangan-hacker-bjorka-tak-berbahaya-dM3lRiQV3r.jpg Mahfud MD sebut serangan hacker Bjorka tak berbahaya (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, telah melakukan rapat dengan pihak-pihak yang terlibat untuk mencegah dan menangani masalah kebocoran data.

Dalam kesempatan itu, Mahfud MD meminta masyarakat untuk tetap tenang.

“Kami sudah bekerja untuk mencegah dan menangani kebocoran data. Kami meminta masyarakat tenang, karena hingga saat ini belum ada rahasia negara yang dibocorkan,” kata Menkopolhukam Mahfud MD dalam keterangannya.

“Ini data-data umum yang sifatnya perihal surat-surat umum. Motifnya juga politik, jual-beli, ekonomi, dan sebagainya. Ini tidak terlalu membahayakan,” tambah Mahfud.

Dia menjelaskan, Bjorka tidak memiliki kemampuan untuk membobol data-data rahasia yang bisa membahayakan negara. Ia mengatakan itu hanya sebuah peringatan kepada pemerintah Indonesia.

“Mungkin ini sifatnya hanya sekadar peringatan bahwa sistem kami masih bisa dibobol,” ujar Menkopolhukam.

Pemerintah sendiri, kini elah membentuk satuan tugas (satgas) perlindungan data untuk mencegah kebocoran data atau peretasan.

Satgas perlindungan dibentuk setelah hacker pseudonim Bjorka melakukan peretasan sejumlah instansi negara. Bahkan, data milik para Menteri yang sifatnya sangat rahasia juga dibocorkan ke publik.

Bjorka menyebarkan data tersebut melalui berbagai media sosial seperti Twitter dan Telegram. Meski kun Twitter Bjorka telah ditangguhkn oleh pihak Twitter, namun ia kembali dengan nama lain.

Awalnya, Bjorka membocorkan dan menjual 1,3 miliar data registrasi SIM Card, data PLN, hingga pengguna IndiHome. Lalu, Bjorka mengambil langkah yang lebih jauh dengan membocorkan sejumlah pejabat negara.

Pemerintah bertindak dengan membentuk satgas perlindungan data yang melibatkan Mahfud MD selaku Menkopolhukam, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Jhonny G. Plate, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini