Share

102 Juta Data Diduga Milik Kemensos Bocor dan Dijual

Fadli Ramdan, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 54 2667503 102-juta-data-diduga-milik-kemensos-bocor-dan-dijual-c3M14B4XdY.jpg 102 juta data diduga milik Kemensos bocor dan dijual (Foto: Twitter/@darktracer_int)

JAKARTA - Kasus kebocoran data di Indonesia kembali terjadi, kali ini diduga milik Kementerian Sosial (Kemensos). Kebocoran data ini diungkapkan oleh pemilik akun Twitter DarkTracer.

DrakTracer sendiri, merupakan platform investigasi intelejen ancaman dark web yang merupakan perusahaan keamanan teknologi yang berbasis di Singapura.

Mereka menyebutkan bahwa ada 102 juta data milik masyarakat Indonesia yang bocor dari Kemensos.

Tidak main-main, data yang bocor dan dijual di dark web berisikan identitas lengkap seseorang yang bisa disalahgunakan.

Untuk itu, Dark Tracer memberikan peringatan untuk segera melakukan pengecekan data tersebut.

“[PERINGATAN] Telah muncul aktor jahat yang menjual database yang mengklaim berisi 102 juta DATABASE KEWARGANEGARAAN yang bocor dari Kementerian Sosial RI,” tulis Dark Tracer dalam cuitannya di Twitter, dikutip Rabu (14/9/2022).

“Dia membocorkan puluhan foto KTP sebagai sampel. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa klaimnya benar.”

Kebocoran tersebut diklaim pada September ini, di mana pemerintah melalui Kemensos sedang membagikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Terlihat dalam unggahan Dark Tracer, data yang bocor memiliki ukuran file 85 GB uncompressed dan 16 GP compressed yang tersedia dalam format PNG dan JPG. Di dalamnya terdapat NIK, nama lengkap, tempat kelahiran, gender, umur, dan sebagainya.

Namun, belum dapat dipastikan data tersebut valid atau tidak karena membutuhkan proses panjang untuk melakukan pengecekan. Belum diketahui juga apakan ini terkait dengan Bjorka yang beberapa hari terakhir membuat heboh Indonesia.

Bagaimanapun, pemerintah juga telah melakukan tindakan dengan membentu satuan tugas (satgas) perlindungn data yang ditujukan untuk mengatasi kebocoran data dan peretasan.

Satgas perlindungan data juga diisi oleh lembaga yang berkompenten seperti Menteri Bodang Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Jhonny G. Plate.

Terdapat juga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian dari Kominfo, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini