Share

Ilmuwan China Berhasil Temukan Mineral Baru di Bulan

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 56 2667555 ilmuwan-china-berhasil-temukan-mineral-baru-di-bulan-iYF9HasWFg.jpeg Ilmuwan China berhasil temukan mineral baru di Bulan (Foto: Xinhua)

JAKARTA - Tim ilmuwan di China berhasil menemukan mineral baru di Bulan. Temuan ini, merupakan buah hasil penelitian terhadap sampel-sampel debu yang diambil selama misi Chang’e-5 China pada tahun 2020.

Dilansir dari The Register, Rabu (14/9/2022), China mengumumkan pada Jumat lalu, di mana mineral tersebut dijuluki “Changesite-(Y)”, dinamai Change’e artinya dewi Bulan dalam mitologi Tiongkok dan serupa dengan misi Change’e-5.

Sampel mineral baru ini, memiliki berat sekitar 1.73 kilogram di Bumi. Mineral tersebut, dikumpulkan dari permukaan Bulan dan sekitar 6,5 meter di bawah permukaan di daerah yang dianggap sebagai lokasi gunung berapi.

Hasil penemuan mineral ini, dibagikan ke 33 organisasi penelitian terkait.

Dalam pengumuman bersama dari China National Space Administration (CNSA) dan China Atomic Energy Authority (CAEA), disebut sampel tersebut sebagai “mineral fosfat dalam bentuk kristal kolumnar yang ditemukan di partikel basal Bulan.”

Struktur kristal dipisahkan dan diperiksa melalui difraksi sinar-X oleh para peneliti di Beijing Research Institute of Uranium Geology (BRIUG), anak perusahaan China National Nuclear Corporation (CNNC).

Dalam penelitian tersebut, mereka menemukan partikel kristal di antara 140 ribu partikel sampel Bulan dengan diameter sekitar 10 mikron, kurang dari sepersepuluh diameter rata-rata rambut manusia.

Sementara itu, mineral yang tidak teramati sebelumnya telah ditemukan di Bulan oleh Amerika Serikat dan Rusia.

Changesite-(Y) adalah mineral Bulan ke-6 yang ditemukan dan telah menerima persetujuan dari Komisi Mineral Baru, Nomenklatur dan Klasifikasi Baru dari Asosiasi Mineralogi Internasional.

Pemimpin tim peneliti BRIUG, Li Ziying mengatakan, penemuan ini sangat penting secara ilmiah untuk mempelajari mineral Bulan, evolusi Bulan, dan eksplorasi luar angkasa.

Selain menemukan mineral baru, para peneliti BRIUG, untuk pertama kalinya, menentukan konsentrasi Helium-3 dari sampel tanah Bulan dan telah diukur.

Para ilmuwan percaya, Helium-3 di Bulan menjanjikan sebagai bahan bakar yang bersih, aman, dan efisien sebagai sumber energi fusi di masa depan. Ini dapat melepaskan sejumlah besar energi tanpa membuat bahan di sekitarnya menjadi radioaktif.

CNSA dan CAEA mengatakan, pihaknya mematuhi konsep penggunaan ruang angkasa secara damai dan penggunaan energi nuklir secara damai. Kedua organisasi ini akan memberikan kontribusi simultan untuk penemuan ilmiah dan kerja sama Internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini