Share

Pusat Data Twitter Tak Beroperasi Akibat Panas Ekstrem

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 57 2667080 pusat-data-twitter-tak-beroperasi-akibat-panas-ekstrem-u85HqDjvYI.jpg Pusat data Twitter tak beroperasi akibat panas ekstrem (Foto: XDA-Developers)

JAKARTA - Panas ekstrem yang terjadi di California sejak 5 September 2022 memicu pemadaman pusat data milik Twitter di Sacramento. Akibatnya, media sosial populer itu terancam mengalami gangguan layanan, bahkan bisa saja mati total.

Dikabarkan, saat ini Twitter hanya mengandalkan pusat data di Portland dan Atlanta untuk menjaga sistemnya tetap berjalan. Namun jika salah satu dari dua pusat data itu bermasalah juga, maka platform dapat dipastikan tidak lagi dapat diakses.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh seorang eksekutif Twitter, Carrie Fernandez yang menjabat sebagai wakil kepala teknik. Menurutnya, bukan tidak mungkin masalah yang bersumber dari panas ekstrim ini mengakibatkan layanan Twitter mati total.

"Pada tanggal 5 September, Twitter mengalami kehilangan wilayah pusat data Sacramento (SMF) karena cuaca ekstrem. Peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya mengakibatkan penghentian total peralatan fisik di SMF,” katanya.

Fernandez menjelaskan bahwa sementara pusat data di Portland, Oregon, dan Atlanta, Georgia, masih berfungsi, Twitter mungkin tidak dapat mendukung semua penggunanya jika salah satu dari dua pusat data tersebut berhenti berfungsi.

Pesan itu mengatakan bahwa pembaruan yang tidak penting untuk perangkat lunak Twitter dilarang sampai perusahaan dapat sepenuhnya memulai kembali layanan pusat datanya di Sacramento, melansir dari Computing, Rabu (14/9/2022)

Untuk diketahui, 5 September menandai awal dari salah satu gelombang panas paling parah di California Utara. Suhu di Sacramento memecahkan rekor hari sebelumnya 114 F (45,5 C), dengan termometer akhirnya mencapai 116 F (46,5 C) derajat pada sore hari.

Adapun panas ekstrim ini mampu memporak-porandakan pusat data Twitter lantaran di sana menggunakan banyak listrik dan seringkali menghasilkan banyak panas, sehingga jika cuaca di sekitar panas, maka pusat data tentu saja mrngalami gangguan.

Kalau sudah begini, pusat data memerlukan sistem pendingin yang lebih ekstra dari biasanya agar semuanya berfungsi dengan lancar. Dan dilaporkan ini juga akan dialami oleh perusahaan lainnya dalam beberapa waktu mendatang.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini